Harry Potter
Daniel Radcliffe sebagai Harry Potter dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix | |
| Harry James Potter | |
|---|---|
| Jenis kelamin | Pria |
| Warna rambut | Hitam/Coklat |
| Warna mata | Hijau |
| Asrama | Gryffindor |
| Keturunan | Half-blood |
| Aliansi | Dumbledore's Army, Hogwarts |
| Diperankan oleh | Daniel Radcliffe |
| Pemunculan pertama | Harry Potter and the Sorcerer's Stone. |
Latar Belakang
Harry Potter adalah penyihir berdarah-campuran, ibunya Lily Evans adalah kelahiran muggle dan ayahnya James Potter adalah penyihir berdarah-murni, kedua orang tuanya telah meninggal karena dibunuh oleh Lord Voldemort ketika Harry masih bayi. Sejak saat kejadian itu, ia tinggal bersama Keluarga Dursley, yang tidak lain adalah keluarga kakak ibunya, Petunia Evans, suaminya Vernon Dursley dan Anaknya yang bernama Dudley Dursley.Harry Potter dalam The Sorcerer's Stone
Malam ulang tahun Harry yang ke-11 menjadi malam yang tak terlupakan. Malam itulah Harry mengetahui bahwa ia adalah seorang penyihir melalui surat dari Hogwarts yang dibawakan oleh Rubeus Hagrid, pengawas binatang liar Sekolah Sihir [[Hogwarts[[. Sebelumnya surat-surat dari Hogwarts selalu disembunyikan oleh Paman Vernon dan Bibi Petunia agar Harry tidak mengetahui jati dirinya yang sebenarnya.Ketika membeli beragam keperluan sekolahnya di Diagon Alley, Harry mendapat hadiah ulang tahun dari Hagrid, seekor burung hantu dengan bulu seputih salju dan diberi nama Hedwig. Harry kemudian membeli tongkat sihir di toko milik Ollivander dan mengambil uang peninggalan kedua orangtuanya di Bank Sihir, Gringotts. Di Gringotts pula Hagrid mengambil suatu barang yang diperintahkan oleh Albus Dumbledore, Kepala Sekolah Hogwarts.
Tiba saat keberangkatan Harry ke Hogwarts. Ia pergi ke stasiun King's Cross dan mencari peron 9 3/4. Tetapi ia tidak dapat menemukannya. Kemudian Harry mendengar kata muggle diucapkan oleh seorang wanita. Muggle adalah istilah untuk orang yang tidak mempunyai kemampuan sihir. Wanita tersebut adalah Molly Weasley, ibu dari Weasley bersaudara; Percy Weasley, si kembar Fred Weasley dan George Weasley, Ron Weasley (yang kemudian menjadi sahabatnya), dan Ginny Weasley. Ada dua Weasley lagi, yaitu anak tertua Bill Weasley dan seeker legendaris Gryffindor, Charlie Weasley. Keduanya sudah lulus dari Hogwarts. Dengan bantuan dari keluarga Weasley, Harry dapat menemukan peron 9 3/4 dan naik Hogwarts Express.
Di tahun pertama Harry di Hogwarts, ia ditempatkan di Asrama Gryffindor oleh Topi Seleksi. Selain Ron, Harry juga bertemu seorang sahabat lagi, yaitu si pintar Hermione Granger. Tetapi Hermione adalah kelahiran muggle yang memiliki kemampuan sihir. Musuh abadinya juga ditemuinya, Draco Malfoy dan dua kroninya, Vincent Crabbe serta Gregory Goyle. Harry juga terpilih menjadi Seeker untuk tim Quidditch Gryffindor dan menjadi seeker termuda abad ini. Harry mendapat hadiah sapu Nimbus 2000 dari Profesor Minerva McGonagall, Kepala Asrama Gryffindor dan guru Transfigurasi. Profesor McGonagall pula yang memilih Harry menjadi seeker saat tak sengaja melihat kemampuan terbang Harry menyelamatkan remembrall milik Neville Longbottom dalam pelajaran terbang pertama bersama Madam Hooch.
Hagrid kemudian juga menjadi teman Harry. Ketika menjalani detensi di Hutan Terlarang, Harry bertemu dengan Firenze, Centaurus yang kemudian menjadi temannya.
Setelah gagal dibunuh oleh Lord Voldemort ketika berusia satu tahun, tahun ini Harry kembali bertemu dengan Lord Voldemort, tetapi tidak secara langsung. Lord Voldemort menumpang dalam tubuh Profesor Quirrell (guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam), karena tidak memiliki wujud. Tujuan Lord Voldemort adalah mencuri Batu Bertuah yang disembunyikan Profesor Dumbledore di Hogwarts, hasil kerja samanya dengan seorang alkemis, Nicolas Flamel. Batu Bertuah dapat menghasilkan eliksir kehidupan yang dapat memperpanjang kehidupan. Sebelumnya Lord Voldemort hanya meminum darah unicorn untuk mempertahankan hidupnya. Profesor Dumbledore merancang serangkaian trik untuk menyembunyikan Batu Bertuah, dibantu oleh Profesor Severus Snape (Kepala Asrama Slytherin dan guru Ramuan), Profesor Pomona Sprout (Kepala Asrama Hufflepuff dan guru Herbologi), Profesor Filius Flitwick (Kepala Asrama Ravenclaw serta guru Jimat dan Guna-guna), Profesor McGonagall, dan Hagrid.
Sebelumnya, Harry, Ron dan Hermione sempat mencurigai Profesor Snape karena melihat luka di kakinya ketika trio itu menangkap troll. Luka di kaki Profesor Snape adalah hasil cakaran Fluffy, anjing raksasa berkepala tiga yang menjaga pintu menuju tempat persembunyian Batu Bertuah. Fluffy adalah milik Hagrid. Dari Hagrid pula trio cilik itu mengetahui cara menidurkan Fluffy, yaitu dengan memainkan musik.
Harry, Ron, dan Hermione berhasil melewati rangkaian trik tersebut. Ron berhasil memenangkan permainan catur sihir dan Hermione berhasil memecahkan teka-teki ramuan. Di akhir cerita, Lord Voldemort tidak mendapatkan Batu Bertuah, karena Profesor Dumbledore menyembunyikannya di dalam Cermin Tarsah dan didapatkan oleh Harry. Dan tubuh Profesor Quirrell hancur setelah disentuh Harry karena tidak tahan dengan kekuatan cinta yang ada di tubuh Harry
Ron Weasley
Rupert Grint sebagai Ron Weasley dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire (film). | |
| Ronald Weasley | |
|---|---|
| Jenis kelamin | Pria |
| Warna rambut | Merah |
| Warna mata | Biru |
| Asrama | Gryffindor |
| Keturunan | Pure-blood |
| Aliansi | Dumbledore's Army, Hogwarts |
| Diperankan oleh | Rupert Grint |
| Pemunculan pertama | Harry Potter and the Sorcerer's Stone. |
Dua teman baiknya di Hogwarts merupakan tokoh utama seri tersebut yaitu Harry Potter dan Hermione Granger. Harry dan Ron bertemu buat kali pertama ketika di stasiun King's Cross sebelum melangkah ke peron sembilan tiga perempat. Mereka berbagi kompartemen dan ketika itulah Ron menunjukkan tikus peliharaannya, Scabbers, dan Harry bersama Ron berbagi makanan bersama.
Mereka banyak menghabiskan masa bersama di Hogwarts dan memang sukar dipisahkan.
Latar Belakang
Ron adalah putra dari pasangan Arthur Weasley dan Molly Weasley, yang merupakan keturunan keluarga penyihir berdarah murni. Ron adalah anak keenam dari tujuh bersaudara. Ron dibesarkan di The Burrow, dekat desa Ottery St. Catchpole di Devon. Ron memiliki 5 kakak laki-laki, Bill, Charlie, Percy, Fred dan George, serta satu adik perempuan, Ginny. Ron sangat protektif terhadap adik bungsunya itu.Sebagian besar kawannya di Gryffindor memanggilnya Ron, kecuali Luna Lovegood dari Ravenclaw yang memanggilnya Ronald dan Lavender Brown yang memanggilnya Won-Won ketika mereka berpacaran. Fred dan George memanggilnya Ickle Ronniekins di buku pertama. Draco Malfoy dan kawan-kawan Slytherinnya biasanya memanggil nama belakangnya. Dobby si peri-rumah pernah menyebutnya Wheezy.
Di awal seri, ayah Ron bekerja sebagai kepala Departemen Penyalahgunaan Barang-Barang Muggle, sebuah divisi kecil di Kementerian Sihir. Ron kerapkali diolok-olok (oleh (Draco) Malfoy, (Gregory) Goyle, dan (Vincent) Crabbe) tentang kemiskinan keluarganya dan ini seringkali membuatnya kesal dan frustasi. Meski tidak memiliki banyak uang, Artur dan Molly membesarkan anak-anaknya dengan cinta dan norma yang baik. Biarpun kakak-kakaknya – terutama si kembar – kerapkali mengolok-olok Ron, mereka juga sangat protektif terhadapnya (termasuk Percy yang menyebalkan). Sebenarnya, Ron beruntung dibesarkan di sebuah keluarga besar yang memiliki ikatan kekeluargaan yang erat, namun dia sering tidak menyadarinya. Ia kebalikan dari Harry, yang kaya (setidaknya di dunia sihir), namun hidup dengan paman dan bibi yang tidak menyayanginya. Harry sendiri mengakui bahwa The Burrow adalah tempat kedua yang paling disenanginya (setelah Hogwarts) dan dia selalu senang untuk kembali ke rumah keluarga Weasley yang ceria dan hangat.
Kepribadian dan Skill
Ciri-ciri fisik dari Ron adalah rambut merah (seperti anak-anak Weasley lainnya) dan bermata biru. Ia jangkung, kurus, berbintik-bintik di wajahnya, berhidung panjang dan memiliki tangan dan kaki yang berukuran besar.Kakak-kakak Ron semuanya memiliki kemahiran di bidang tertentu; dan kadang-kadang hal ini membuat Ron tertekan karena selalu dibayangi akan keberhasilan kakak-kakaknya, dan ia memiliki keinginan kuat untuk diperhatikan karena sesuatu yang benar-benar ia lakukan. Di saat perjalanan dalam Hogwarts Express untuk pertama kalinya, Ron menceritakan pada Harry tentang hal ini : "Aku anak keenam dalam keluarga yang masuk ke Hogwarts. Bisa dikatakan banyak yang diharapkan dariku. Bill dan Charlie sudah lulus dan meninggalkan Hogwarts – Bill dulu Ketua Murid dan Charlie Kapten Quidditch. Sekarang Percy terpilih menjadi Prefek. Fred dan George banyak main-main, tapi nilai mereka bagus-bagus dan semua orang menganggap mereka kocak. Semua orang mengharapkan aku berprestasi sebaik mereka, tetapi kalaupun aku berhasil, ini bukan hal istimewa, karena mereka sudah melakukannya lebih dulu. Kau juga tidak akan punya barang baru, kalau punya lima kakak. Jubah dan pakaianku bekas Bill, tongkatku bekas Charlie, dan tikusku tikus tua yang dulu milik Percy."-Ron Weasley dalam Harry Potter and the Philosopher’s Stone
Di sekolah, Ron juga kadang-kadang berada di bawah bayang-bayang dua sahabat karibnya. Hermione yang cerdas adalah murid terpandai di sekolah; Harry adalah pemain Quidditch berbakat, terkenal, dan relatif kaya. Namun bagaimana pun juga, kesetiaan dan dedikasi Ron terhadap sahabatnya tidak perlu dipertanyakan. Ia tidak segan-segan menantang maut untuk melindungi sahabatnya dan cepat tersinggung ketika orang menghina teman maupun keluarganya.
Ketika beranjak dewasa, Ron mulai memperlihatkan kemampuannya. Ia terpilih sebagai Prefek dan Kiper Gryffindor. Pada mulanya banyak orang yang mempertanyakan penunjukan Ron sebagai Kiper (terutama ketika Harry menjadi Kapten Tim Gryffindor, dan banyak yang beranggapan Harry memilih Ron karena mereka bersahabat). Ron sebenarnya adalah Kiper yang hebat, tapi kadang-kadang ia kurang percaya diri ketika bertanding di hadapan orang banyak, apalagi jika diiringi koor "Weasley Raja Kami" oleh anak-anak Slytherin. ("Jadi yang harus kita lakukan hanyalah meminta penonton berbalik dan ngobrol sendiri setiap kali Quaffle menuju ke arahnya…" –Fred Weasley dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix). Untungnya berangsur-angsur Ron dapat memperbaiki penampilannya dan membuktikan bahwa Harry (dan Angelina Johnson) tidak salah memilihnya sebagai Kiper. Ron adalah pemain Catur Sihir yang hebat. Karakter Ron sering disejajarkan dengan pahlawan nomor dua seperti Sam Gamgee dalam trilogi Lord of the Rings dan Han Solo di Star Wars
Ron kadang-kadang berkomentar sinis, meski seringkali ia juga berkomentar lucu. Ia seringkali bingung menghadapi sesuatu, terutama yang berkaitan dengan perempuan. Sejak buku ketiga, Ron mulai menampakkan tanda-tanda menyukai Hermione, meskipun mereka sering bertengkar. Di buku keenam mulai tampak jelas ketertarikannya pada Hermione, dan demikian pula sebaliknya. Dan hal ini juga diamini oleh Harry (meski Harry juga cemas apabila ternyata hubungan mereka tidak berhasil dan ia terjebak di antara keduanya).
Ron dalam Harry Potter and the Philosopher's Stone
Ron masuk Hogwarts saat berumur 11 tahun. Ia bertemu Harry pertama kali ketika Harry kesulitan mencari peron 9 ¾ di Stasiun King’s Cross. Mereka berada di kompartemen yang sama dalam Hogwarts Express dan saling bertukar cerita. Dalam Hogwarts Express pula untuk pertama kalinya mereka bertemu Hermione.Ron dan Harry diseleksi dan masuk ke Gryffindor (sama seperti kakak-kakak Ron sebelumnya). Mereka berada satu kamar dengan Neville Longbottom, Seamus Finnigan dan Dean Thomas.
Harry dan Ron pada awalnya tidak menyukai Hermione yang bersifat nge-bos dan merasa-tahu-segalanya. Namun setelah mereka sama-sama menghadapi Troll di toilet, menyelamatkan Hermione dan Hermione berbohong pada guru untuk melindungi Harry dan Ron, sejak itulah mereka bersahabat. Ketiganya mengalami petulangan seru di tahun pertama mereka di Hogwarts.
Dalam Cermin Tarsah, Ron melihat dirinya sebagai Ketua Murid dan Kapten Quidditch.
Ron berperan besar dalam mendapatkan Batu Bertuah. Kepandaiannya bermain Catur Sihir menyebabkan Harry bisa melewati bidak-bidak catur raksasa dengan selamat, meski Ron harus merelakan dirinya terluka.
Dalam Pesta Perpisahan, Dumbledore menghadiahi Ron 50 poin "…untuk permainan catur paling indah yang pernah dilihat Hogwarts selama bertahun-tahun ini."
Ron dalam Harry Potter and the Chamber of Secrets
Di liburan musim panas, Ron menulis surat untuk Harry beberapa kali, tapi tidak pernah dibalas (karena Hedwig, burung hantu Harry, dikurung oleh keluarga Dursley). Ron cemas dan meyakinkan Fred dan George untuk menerbangkan Ford Anglia milik ayah mereka yang telah dimodifikasi untuk menyelamatkan Harry. Mereka berhasil namun sesampainya di The Burrow, Ron, Fred dan George diomeli panjang lebar oleh ibu mereka, dan dimarahi setengah hati oleh ayah mereka (yang sebenarnya terkesan).Setelah Dobby si Peri-Rumah menghalangi Ron dan Harry memasuki Peron 9 ¾, Ron mendapat ide untuk menerbangkan Ford Anglia ke Hogwarts. Mereka nyaris berhasil (biarpun dilanda kebosanan setelah beberapa jam perjalanan), ketika di halaman Hogwarts tiba-tiba mobil itu kehilangan tenaga dan menabrak Dedalu Perkasa. Tongkat Ron patah. Ia mencoba membebatnya dengan Spellotape, tapi tongkat yang dulunya milik Charlie itu sudah tidak bisa berfngsi sebagaimana mestinya. Sesampainya di Hogwarts mereka ‘disambut’ oleh Snape yang girang karena memiliki kesempatan untuk mengeluarkan mereka dari Hogwarts, namun segera diselamatkan oleh Dumbledore. Keesokan harinya Ron menerima Howler dari ibunya.
Ron, Harry, dan Hermione mencurigai Draco Malfoy-lah pewaris Slytherin yang membuka Kamar Rahasia. Untuk menyelidiki hal ini, Ron dan Harry meminum Ramuan Polijus dan menyamar sebagai Vincent Crabbe dan Gregory Goyle. Hasilnya, mereka mengetahui bahwa Malfoy bukanlah pewaris Slytherin dan Hermione terpaksa menginap di rumah sakit selama beberapa waktu karena rambut yang dikiranya milik Millicent Bulstrode ternyata adalah bulu kucing.
Ron bertengkar dengan Malfoy karena ia menyebut Hermione "Darah Lumpur". Ron mencoba mengutuk Malfoy, namun mantranya berbalik mengenai dirinya sendiri sehingga menyebabkan dia memuntahkan siput.
Ron-lah yang mengungkapkan petunjuk pertama tentang identitas Tom Riddle. Setelah Harry menemukan buku harian Riddle, Ron ingat bahwa ia pernah melihat nama "T.M. Riddle" dalam sebuah trofi "Untuk Pengabdian Terhadap Sekolah".
Dalam perburuan untuk mencari pewaris Slytherin, Ron dipaksa untuk menghadapi ketakutan terbesarnya, yaitu laba-laba. Hagrid meninggalkan petunjuk pada Ron dan Harry untuk mengikuti laba-laba yang membawa mereka ke sarang Aragog. Meski Ron sangat ketakutan, namun mereka mendapat kepastian bahwa bukan Hagrid-lah yang membuka Kamar Rahasia 50 tahun yang lalu.
Ketika Ron mengetahui bahwa adiknya Ginny telah dibawa ke Kamar Rahasia dan kemungkinan akan dibunuh dan ditinggalkan di sana, ia dan Harry berusaha menyelamatkannya. Mereka menemukan pintu masuk ke Kamar Rahasia dalam toilet yang dihantui oleh Myrtle Merana. Mereka memasuki Kamar Rahasia bersama Gilderoy Lockhart. Lockhart berusaha untuk memantrai mereka dengan Jampi Memori dengan tongkat Ron, namun sekali lagi mantranya mengenai dirinya sendiri sehingga ia hilang ingatan dan dirawat di St.Mungo. Ron terjebak di satu sisi dan terpaksa menunggu Harry dan berusaha untuk menyingkirkan batu-batu yang runtuh agar nantinya Harry bisa lewat kembali.
Ron dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban
Di saat liburan, Ron menelepon ke Privet Drive. Sayangnya telepon Ron (yang belum pernah menggunakan telepon) diterima oleh Paman Dursley. Ron berteriak-teriak di telepon yang segera saja menimbulkan kemarahan Paman Dursley. Sejak itu Ron tidak pernah berusaha menelepon Harry lagi.Keluarga Weasley memenangkan hadiah 1000 Galleon yang digunakan untuk berlibur ke Mesir, mengunjungi putra tertua Weasley, Bill. Dan Ron mendapatkan tongkat baru untuk mengganti tongkatnya yang patah.
Di Hogwarts Express, Ron, Harry dan Hermione berbagi kompartemen dengan Remus Lupin yang nyaris tertidur sepanjang perjalanan.
Sesampainya di Hogwarts, berkali-kali Ron kesal terhadap Crookshanks, kucing baru Hermione yang selalu mengincar Scabbers, tikus peliharaannya. Ketika Scabbers hilang, Ron mengira Crookshanks telah memangsanya. Ini membuat Ron dan Hermione tidak berbicara selama beberapa waktu.
Di saat Natal, Ron dan Harry marah pada Hermione karena Hermione mengadu pada McGonagall tentang Firebolt yang diterima Harry entah-darimana. Hermione menduga sapu tersebut telah dimantrai untuk mencelakai Harry. Tapi setelah diperiksa dan dikembalikan pada Harry, mereka kembali berbaikan dan Ron mengambil alih tugas mempersiapkan pembelaan untuk Buckbeak setelah Hermione stres akibat beban pelajarannya.
Harry, Ron dan Hermione sedang menyaksikan eksekusi Buckbeak, ketika Scabbers tiba-tiba kabur dan Ron mengejarnya sampai ke Dedalu Perkasa. Seekor anjing besar muncul dan menyeret Ron menuju lorong yang terdapat di bawah Dedalu Perkasa yang ternyata berakhir di Shrieking Shack. Harry dan Hermione mengikutinya. Ternyata anjing tersebut adalah bentuk Animagus dari Sirius Black yang kabur dari Penjara Azkaban. Profesor Lupin, yang mengikuti mereka sampai di Shrieking Shack, bersama dengan Sirius, mereka memantrai Scabbers, yang ternyata adalah bentuk Animagus dari Peter Pettigrew, mantan sahabat mereka, namun kemudian menjadi abdi Lord Voldermort yang memberi informasi tentang keberadaan Keluarga Potter dan mengakibatkan kematian orangtua Harry. Ketika Lupin bertransformasi menjadi manusia serigala, Pettigrew berhasil lolos. Ron yang terluka harus dirawat di rumah sakit sementara Harry dan Hermione menggunakan Pembalik-Waktu untuk menyelamatkan Sirius dan Buckbeak. Sirius memberi Ron seekor burung hantu, karena merasa karena dialah Ron kehilangan peliharaan. Ron membiarkan Crookshanks membauinya sebelum menyetujui untuk memelihara burung hantu itu. Ginny menamai burung hantu Ron Pigwidgeon meski Ron tidak suka. Dan selanjutnya Ron menyebut burung hantu itu dengan sebutan "Pig".
Ron dalam Harry Potter and the Goblet of Fire
Ron bersama ayahnya, Fred dan George menjemput Harry di Privet Drive dengan menggunakan Bubuk Floo. Tapi perapian keluarga Dursley ternyata adalah perapian listrik sehingga mereka tergencet dan perapian itu terpaksa “diledakkan”. Setelah insiden yang cukup seru ini (juga meliputi Dudley yang memakan Permen Lidah-Liar bawaan si kembar) mereka kembali bersama Harry ke The Burrow, dimana Harry menghabiskan sisa liburan musim panasnya.Hermione bergabung di The Burrow untuk ikut menonton Final Piala Dunia Quidditch, dimana Ron bisa melihat pemain Quidditch favoritnya, Viktor Krum.
Di Hogwarts, setelah Harry terpilih sebagai salah satu juara, Ron sangat marah dan mereka tidak bicara selama berminggu-minggu. Ron marah karena Harry tidak memberitahunya bagaimana cara memasukkan namanya ke Piala Api. Namun setelah Harry berhasil melampaui tugas pertamanya, Ron menyadari betapa bahayanya Turnamen Triwizard dan mereka kembali berbaikan.
Dalam Pesta Dansa Natal, Ron dan Harry tidak mendapatkan kencan sampai detik-detik terakhir. Ron yang hilang akal meminta Fleur Delacour, juara Beauxbatons yang keturunan Veela untuk menjadi teman kencannya. Fleur menolaknya mentah-mentah dan akhirnya Ron pergi dengan Padma Patil, saudara kembar Parvati Patil yang menjadi pasangan Harry. Ron yang sejak awal sudah kesal gara-gara jubah bekasnya yang kuno, semakin kesal dengan kenyataan bahwa Krum mengajak Hermione sebagai pasangannya. Ron yang cemburu mengabaikan pasangannya, Padma, dan bertengkar dengan Hermione di akhir pesta.
Di tugas kedua, Ron-lah yang menjadi orang yang harus diselamatkan Harry dari dasar danau.
Ron dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix
Ron terpilih sebagai Prefek bersama Hermione. Hal ini mengejutkan dirinya, keluarganya, dan beberapa orang lain. Mereka mengira Harry-lah yang menjadi Prefek. Sekembalinya mereka di Hogwarts, Ron menunjukkan kesetiaannya sebagai sahabat ketika Harry dituduh sebagai pembohong karena mengatakan Voldemort telah kembali.Terkadang Ron menggunakan kekuasaan barunya sebagai Prefek untuk mengancam murid-murid lain yang merecoki Harry.
Ron juga menjadi Kiper tim Quidditch Gryffindor. Ketidakpercayaan dirinya muncul karena Malfoy dan anak-anak Slytherin senantiasa mengganggunya dengan lagu “Weasley Raja Kami” yang berisi ejekan tentang kemampuan Ron sebagai Kiper dan kemiskinan keluarganya. Namun ketika pada akhirnya Gryffindor berhasil memenangkan Piala Quidditch, anak-anak Gryffindor juga menggunakan lagu itu (yang sudah diganti liriknya) untuk menyanjungnya.
Ron mendukung ide Hermione untuk membuat kelompok praktek Pertahanan terhadap Ilmu Hitam dengan Harry sebagai gurunya. Kelompok itu kemudian diberi nama Laskar Dumbledore.
Di bagian akhir, Ron ikut bertarung melawan Pelahap Maut bersama Harry, Hermione, Ginny, Luna dan Neville di Kementerian Sihir. Ron terluka karena cengkeraman Otak, namun segera sembuh di kemudian hari.
Ron dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince
Ron menerima nilai OWL-nya. Ia mendapat 7 OWL, sama dengan Harry, dan hanya tidak lulus Sejarah Sihir dan Ramalan (“Tapi siapa yang peduli!”). Persahabatan Harry dan Ron semakin erat. Mereka telah sampai dalam taraf saling memahami yang semakin menunjukkan kedewasaan mereka.Di Hogwarts, Ron yang tubuhnya bertambah sekian inci selama liburan musim panas, menarik perhatian Lavender Brown, apalagi setelah Harry yang terpilih sebahai Kapten Tim Quidditch Gryffindor kembali memilih Ron sebagai Kiper ketika dalam uji coba berhasil tampil lebih baik dibandingkan Cormac McLaggen (yang dikenai mantra Confundus oleh Hermione). Ron agak kesal karena ia tidak dilirik oleh Horace Slughorn, dan tidak pernah diajak pesta bersama dengan Klub Slug. Dalam pelajaran Herbologi, Hermione dengan marah mengatakan bahwa ia sebenarnya akan mengajak Ron untuk pergi ke pesta Natal yang diadakan Slughorn, namun tidak jadi karena Ron mengolok-oloknya tentang bagaimana Hermione menjadi favorit Slughorn. Ron agak terkejut menerima kenyataan bahwa Hermione akan mengajaknya dan kemudian sikapnya terhadap Hermione lebih lunak dan ia tidak pernah menyebut-nyebut soal Slughorn maupun Klub Slug lagi. Akhirnya Hermione mengajak McLaggen ke pesta tersebut, meski dengan penuh penyesalan karena ia tak henti-hentinya bicara soal Quidditch.
Suatu hari seusai latihan Quidditch, Ron dan Harry menjumpai Ginny dan Dean Thomas berciuman. Ron sangat marah karena adiknya berciuman di depan publik. Segera saja terjadi pertengkaran antara kakak-beradik tersebut, yang berakhir dengan Ron mengetahui bahwa Hermione telah mencium Viktor Krum. Hal ini menyebabkan kecemburuan Ron dan performanya yang sangat buruk saat latihan Quidditch berikutnya. Ia menyatakan pengunduran dirinya sebagai Kiper yang segera saja ditolak oleh Harry.
Dalam pertandingan melawan Slytherin Harry pura-pura memasukkan Felix Felicis, ramuan keberuntungan, dalam minuman Ron, supaya Ron merasa percaya diri. Akibatnya ternyata luar biasa. Ron yang percaya diri tampil tanpa cacat. Namun seusai pertandingan, Hermione menuduh Harry berbuat curang, dan Harry mengatakan bahwa ia tidak memasukkan ramuan tersebut. Namun Ron marah kepada Hermione, karena menganggap Hermione tidak percaya pada kemampuannya. Kemudian di ruang rekreasi Gryffindor, Ron berciuman dengan Lavender, yang menyebabkan Hermione tampak terluka dan cemburu.
Setelah Natal, Hermione masih tidak mengacuhkan Ron dan selalu menghindarinya, terlebih bila Ron bersama Lavender. Tetapi tampaknya hubungan Ron mulai kurang menyukai hubungannya dengan Lavender, apalagi ketika Lavender memberi hadiah ulang tahun berupa kalung bertuliskan My Sweetheart untuknya. Di hari ulang tahunnya itu, Ron tidak sengaja memakan coklat yang berisi Ramuan Cinta dari Romilda Vane yang sebenarnya ditujukan untuk Harry. Harry segera membawanya ke kantor Slughorn. Ron berhasil dipulihkan, namun setelah itu justru dia keracunan minuman dari Slughorn. Harry menyelamatkan nyawanya dengan menjejalkan Bezoar ke mulut Ron. Ron dibawa ke rumah sakit dan sempat tidak sadar beberapa waktu. Dalam keadaan tidak sadar ini terungkap bagaimana perasaan Ron sesungguhnya ketika ia mengigau er-my-knee
Ron mengusulkan Harry menggunakan Felix Felicis untuk mendapatkan memori milik Slughorn yang hilang. Ron putus dari Lavender, yang membuatnya lega. Dan pada akhirnya Ron menyetujui hubungan Harry dan Ginny.
Pada awalnya Ron tidak menyetujui keyakinan Harry bahwa Draco Malfoy menjadi Pelahap Maut. Namun akhirnya ia berhasil diyakinkan. Pada malam Harry dan Dumbledore pergi untuk mencari Horcrux, Harry menyuarakan ketakutannya bahwa Malfoy akan menggunakan kesempatan absennya Dumbledore untuk menyerang Hogwarts. Harry segera mengatur agar Ron, Hermione, dan Ginny – bersama dengan anggota Laskar Dumbledore yang dapat mereka kumpulkan – untuk mengawasi Malfoy dan Snape. Harry juga membekali mereka dengan Felix Felicis. Namun Malfoy berhasil meloloskan diri dari pengamatan mereka, dan membukakan pintu Hogwarts bagi para Pelahap Maut melalui Kamar Kebutuhan. Para anggota LD bersama dengan beberapa anggota Orde Phoenix terlibat pertempuran seru, dan berkat Felix Felicis, Ron, Hermione, dan Ginny tidak terluka sedikitpun.
Selama pemakaman Dumbledore, Ron-lah yang menenangkan Hermione. Setelah pemakaman, sekolah kemungkinan akan ditutup. Dan Ron, bersama dengan Hermione, berjanji untuk selalu mendampingi Harry, untuk membantunya menemukan dan menghancurkan Horcrux yang tersisa serta membunuh Voldermort, biarpun ini berarti mereka harus meninggalkan sekolah.
Kepemilikan
- Bintang Jatuh, sapu tua dan murah yang amat lambat (sebenarnya tidak selalu lambat, namun karena sapu tersebut sudah tua, sudah kehilangan kecepatannya).
- Sapu-Bersih Sebelas, yang diberikan sebagai hadiah karena Ron terpilih sebagai Prefek. Sapu ini adalah model terbaru dari seri Sapu-Bersih dan penampilannya dalam pertandingan Quidditch tidak mengecewakan.
- Pigwidgeon, burung hantu Ron yang mungil, diberikan Sirius Black sebagai pengganti Scabbers.
- Satu set Catur Sihir yang merupakan warisan dari kakeknya. Ron sangat mahir bermain catur sehingga warisan ini jatuh ke tangannya.
- Penghargaan Spesial untuk Pengabdian kepada Sekolah (yang juga diterima Harry) karena menemukan Kamar Rahasia.
- Boneka miniatur Viktor Krum, Seeker Bulgaria yang amat terkenal. Ron (entah sengaja atau tidak) mematahkan tangan boneka tersebut karena cemburu ketika Hermione berkencan dengan Krum.
- Sebuah tongkat sihir yang dulunya milik Charlie Weasley, berintikan sehelai rambut unicorn. Ron membebat tongkat ini dengan Spellotape setelah nyaris putus akibat Ford Anglia yang dikendarainya menabrak Dedalu Perkasa. Namun setelah itu tongkatnya tidak pernah bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Tongkat ini yang menyebabkan hilangnya memori Gilderoy Lockhart (namun Ron tidak menyesalinya karena kala itu Lockhart hendak menyerang dirinya dan Harry).
- Sebuah tongkat sihir baru – 14 inci, dedalu
Ron Dalam Film
Sampai saat ini, Rupert Grint lah yang berperan sebagai Ron dalam keempat film Harry Potter yang sudah dirilis. Biarpun Ron digambarkan sebagai karakter yang humoris dalam buku, di film karakter Ron lebih komikal. Di novel, humor Ron cenderung muncul dari komentar-komentarnya yang sarkastis dan apa adanya, sementara di film, terutama film pertama dan kedua, kelucuannya muncul dari gerutuan dan mimiknya.Di film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, peran Ron mulai berkembang. Ketertarikannya pada Hermione mulai ditampilkan (meski di buku belum tampak jelas). Namun ada bagian penting yang dihilangkan dan dirasa cukup mengganggu, ketika Snape menyebut Hermione sok tahu; di buku, Ron segera menampakkan sifat aslinya, membela sahabatnya biarpun dengan risiko terkena detensi. Tetapi tidak demikian halnya di film.
Di film Harry Potter and the Goblet of Fire, peran Ron sedikit lebih besar ketimbang Hermione, karena tidak mungkin mengubah jalan cerita bahwa Ron-lah yang harus diselamatkan Harry di Tugas Kedua Turnamen Triwizard. Namun pertengkaran antara Ron dan Harry diselesaikan dengan cara yang sedikit membingungkan. Di film, Ron sudah tahu bahwa Harry akan menghadapi naga di Tugas Pertama, dan berusaha memperingatkannya. Sementara di buku, Ron tidak tahu soal naga, sehingga ia benar-benar syok ketika melihat naga, yang pada akhirnya meyakinkan Ron bahwa tidak mungkin Harry secara sukarela memasukkan namanya ke dalam Piala Api. Dalam film keempat ini, meski adegan pertengkaran Ron dan Hermione di Pesta Dansa Natal dipersingkat, tapi tidak mengurangi esensi kecemburuan Ron terhadap Krum.
Trivia
- Patronus Ron berbentuk anjing terrier Jack Russel. J.K. Rowling mengklaim ini adalah pilhan sentimental karena dia mempunyai seekor Jack Russel.
- Ron arachnofobia (takut terhadap laba-laba), karena pada waktu kecil Fred mengubah boneka beruangnya menjadi laba-laba raksasa. Ternyata Rupert Grint yang memerankan Ron di film juga arachnofobia.
- Dalam buku Harry Potter and the Half-Blood Prince, Professor Slughorn salah memanggil Ron "Rupert". Hal ini kemungkinan disengaja oleh Rowling sebagai lelucon untuk Rupert Grint.
- Dalam tahap-tahap awal pembuatan buku Harry Potter, Ron menjadi satu-satunya di antara trio utama yang nama belakangnya tidak pernah diubah oleh Rowling. Ia menegaskan bahwa Ron adalah "Weasley dari awal sampai akhir".
- Tim Quidditch favorit Ron adalah Chudley Cannons, biarpun mereka tidak pernah memenangi kejuaraan sejak tahun 1982. Ini menjelaskan mengapa kamarnya dicat oranye terang, karena oranye adalah warna tim tersebut.
Hermione Granger
Emma Watson sebagai Hermione Granger dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix. | |
| Hermione Jane Granger | |
|---|---|
| Jenis kelamin | Perempuan |
| Warna rambut | Coklat |
| Warna mata | Coklat |
| Asrama | Gryffindor |
| Keturunan | Kelahiran-Muggle |
| Aliansi | Dumbledore's Army, Hogwarts |
| Diperankan oleh | Emma Watson |
| Pemunculan pertama | Harry Potter dan Batu Bertuah. |
Hermione adalah seorang murid yang terpilih di asrama Gryffindor di Sekolah Sihir Hogwarts dan merupakan sahabat terbaik Harry Potter dan Ron Weasley. Ia lahir pada tanggal 19 September 1979 yang membuat Hermione menjadi siswa tertua di antara teman sekelasnya. Hal ini terjadi karena Hogwarts hanya menerima siswa yang sudah berusia sebelas tahun pada saat masuk di tahun ajaran pertama sekolah tersebut pada 1 September, dan Hermione terlalu muda untuk bergabung dengan kelas terdahulu.
Hermione menunjukkan kemampuan akademis yang lebih bila dibandingkan dengan sahabat dan teman sekelasnya walaupun ia kurang memiliki kematangan emosional. Ia selalu bereaksi negatif pada Ron yang selalu menggodanya, tidak tahan bila dipermalukan atau ketika teman-temannya berbuat hal yang konyol, dan biasanya melemparkan tubuhnya ke tempat tidur bila merasa kecewa.
Fisik dan Penampilan
Hermione mempunyai mata berwarna coklat, rambut ikal coklat, dan mempunyai gigi depan yang besar ketika pertama kali muncul. Banyak orang di sekolah yang menertawakan wajahnya, termasuk Professor Severus Snape dan di tahun keempatnya dia diejek Rita Skeeter yang mengatakan bahwa dia adalah "wanita yang polos namun ambisius". Bagaimanapun juga, dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire, dia menarik perhatian salah satu bintang Qudditch, Viktor Krum, dan akhirnya Hermione pun berdansa dengannya di pesta dansa. Hermione adalah salah satu murid terpintar di antara murid-murid lainnya, tetapi dia sedikit sombong, suka berlagak tahu semuanya, dan sangat tidak suka apabila diejek. Harry Potter dan Ron Weasley sangat tergantung padanya dalam hal-hal akademis. Dengan kepintarannya, Hermione terbukti bisa mengeluarkan trionya (Trio Hogwarts) dari berbagai macam masalah yang ada, meskipun dia pun sering membuat masalah.Hermione adalah siswi yang setia, berani dan mempunyai kesadaran politis yang kuat, tetapi kadang-kadang mempunyai permasalahan yang sering mengganggunya, walaupun pada tahun pertamanya ia kalut dalam konsidi krisis (ketika diberitahu untuk menyalakan api saat terperangkap di Jerat Setan, dia malah menjawab “ Tapi tidak ada kayu!”), namun demikian dia telah berhasil melakukan sihir Menyalakan Api Gaib di awal-awal tahun pelajarannya, juga mau tidak mau dia ceritakan kepada Profesor Umbridge untuk menyelamatkan Harry di dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix (dia mengakui bahwa ada suatu senjata di dalam hutan, dan membuat Dumbledore tewas), dan kegagalannya cukup menundukkan Pelahap Maut di dalam Departemen Misteri (dia kesunyian bukannya membingungkan dia, meninggalkan dia sadar, mengusulkan bahwa di dalam panas saat/momen, dia melupakan sekitar mantera tidak lisan [yang] melempar). Tentu saja, Akal Hermione adalah paling kuat dalam menganalisa sasaran dan memori, dan dia kadang-kadang mempunyai kesukaran ketika dipaksa untuk membuat menggigit penghakiman (suatu faktor yang adalah sering dibuang di (dalam) adaptasi film). Haruslah dicatat bagaimanapun, bahwa pada umumnya rencana nya Harry dan Ron ( kadang-kadang dengan enggan) mengikuti. Selagi dia dibuat kekeliruan, apapun juga dia menyarankan pada umumnya adalah tindakan yang terbaik.
Walaupun berbelas kasih, ia kadang-kadang sedikit canggung ketika berhubungan dengan orang banyak, meskipun berposisi sebagai " penghubung sosial" di dalam trio itu. Sebagai contoh yang bagus adalah usahanya yang ceroboh dalam menghibur Lavender Brown atas kelincinya yang mati. Penulis naskah Steve Kloves mengatakan Hermione itu sering menunjukkan " ketidakpahaman sepenuhnya mengenai bagaimana dia dapat memengaruhi orang lain". Menurut J. K. Rowling, Hermione sangat merasa tidak aman dan kadang-kadang merasa sangat tidak mampu. Untuk menutupinya, dia mencoba menjadi yang terbaik pada segalanya di sekolah, memperlihatkan suatu kepercayaan diri palsu yang dapat menyinggung orang lain. Hermione juga cenderung menyinggung orang lain dengan gamblangnya rasa keunggulan akhlak, yang sering ia paksakan kepada orang lain di masa lalunya. Meskipun demikian dia juga telah membuktikan keterampilannya dalam memahami perasaaan dan hubungan antar sesama, ini sering membuat perselisihan dengan Ron yang awalnya benar-benar tidak tahu mengenai persoalan seperti ini (Hermione menganggap kepekaan emosionalnya seukuran dengan sendok teh). Harry berkonsultasi dengan Hermione untuk meminta saran mengenai hubungannya dengan Cho Chang dan Ginny Weasley
J. K. Rowling mengaku bahwa Hermione dalam banyak hal didasarkan pada cerminan dirinya sendiri. Patronus dari Hermione adalah seekor berang-berang, binatang favorit J. K. Rowling
Latar belakang
Hermione adalah penyihir kelahiran muggle. Orang tuanya, keduanya bekerja sebagai dokter gigi, (menurut Rowling) takjub oleh putri mereka yang aneh, tetapi sekaligus bangga dengan dia. Saat ditanya pada tahun 2004 mengenai apakah Hermione seorang anak tunggal, Rowling menjawab, "Saya selalu berencana agar Hermione memiliki seorang adik perempuan tetapi ia tidak pernah dimunculkan dan entah mengapa saat ini nampaknya sudah terlambat untuk itu." Oleh sebab itu menjadi sebuah kesepakatan bahwa Hermione adalah seorang anak tunggal. Dalam buku ketujuh, untuk mencegah kedua orang tuanya diburu oleh Voldemort, Hermione mengubah ingatan mereka, yang membuat mereka pindah ke Australia dan lupa bahwa mereka punya seorang anak perempuan. Tidak disebutkan mengenai anak yang lain.Saat pertama kalinya Hermione muncul dalam seri ini, ia nampaknya sudah mengetahui banyak hal mengenai sihir, Hogwarts dan dunia sihir. Bagaimana ia pertama kalinya sadar akan kemampuan sihirnya dan pertemuan pertamanya dengan penyihir-penyihir lain tidak pernah diungkapkan sepanjang sebuah pernyataan sembrono yang dibuat oleh Hermione tentang betapa sangat terkejutnya ia saat ia diundang untuk mendaftar di Hogwarts.
Selama bertahun-tahun secara luas dianggap bahwa dia dilahirkan pada bulan September 1980, tahun yang sama dengan Ron dan Harry. Tetapi Rowling menunjuk bahwa yang untuk masuk Hogwarts, seseorang harus berusia sebelas tahun, dan Hermione dilahirkan pada 19 September 1979. Oleh karena itu Hermione hampir berumur dua belas tahun ketika dia mulai bersekolah pada bulan September 1991.
Rowling telah mengungkapkan pada website-nya bahwa tongkat sihir Hermione dibuat dari kayu pohon anggur dengan inti urat jantung dari seekor naga. Masing-masing dari tongkat sihir milik para trio ini mempunyai salah satu dari inti yang disukai oleh tuan Ollivander, dimana Harry mempunyai bulu phoenix dan Ron mempunyai rambut unicorn. Kayu dari tongkat sihir Hermione, anggur, adalah kayu yang menjadi lambang dari bulan kelahirannya menurut penanggalan Celtic.
Nama Hermione's dilafalkan "her-MY-oh-nee" , sebagaimana pembaca dapat menemukan pengejaannya di dalam Harry Potter and the Goblet of Fire. Ini adalah pertanyaan yang paling sering diterima oleh J. K Rowling, dalam buku ini dia Hermione telah mengajarkan dengan baik pada Viktor Krum bagaimana cara melafalkan nama nya [yang] dengan baik ( meskipun tanpa banyak memperlihatkan hasil). Rowling dikatakan dia memperoleh ia/nya dari William Shakespeare'S Cerita Musim dingin, mengakui bahwa dia ingin jadinya tidak biasa karena jika lebih sedikit anak-anak perempuan membagi bersama nama nya, lebih sedikit anak-anak perempuan akan mendapat/kan yang digoda untuk itu. [ " Hermione", yang sewajarnya, diperoleh dari " Hermes", Yunani Dewa penemuan, inspirasi, kepandaian bicara dan pemikiran cepat. Ini juga nama menyangkut yang dari dongeng [[ Helen [dari;ttg] putri Troy]]' di dalam Yunani Mitologi. Nama panggilan Hermione's "Granger" mungkin diperoleh dari nama Joseph Louis Lagrange, salah satu dari para ahli matematik yang terbesar abad yang 18th. Nama panggilannya mula-mula ingin menjadi "Puckle" tetapi dengan cepat diubah dengan Sebab [itu] tidak sesuaikan nya. "Puckle" adalah suatu istilah untuk suatu peri.Pada akhir cerita Hermione menikah dengan Ron Weasley dan memiliki dua anak Rose dan Hugo.
Harry Potter and the Philosopher's Stone
Kemunculan Hermione yang pertama di dalam Harry Potter dan Philosopher's Stone dan berusia 11 tahun, hampir 12 tahun. Dia pada awalnya digambarkan sebagai "know-it-all" dan hampir menguasai semua hal kecuali Permainan Catur (hal yang membuat Ron merasa lebih baik dari padanya), dengan tulus dibenci oleh para teman terbaik masa depan nya pada waktu ini.Di dalam kelas "Mantera Sihir", dia mendengar Ron Weasley salah melafalkan suatu mantera, Wingardium leviosa, dan dengan tepat melafalkannya, meskipun dengan sedikit sedikit perubahan di pengejaan huruf hidup-vokal pada akhir bunyi. Ron tidak percaya dia dapat melakukannya, tetapi dia dengan tenang mengucapkan mantera itu untuk membuat sebuah bulu melayang-layang di udara, membuat Ron malu dan menyebabkan merasa marah kepadanya.
Di pesta Halloween, ketika Ron membuatnya sakit hati dengan berkomentar tentang-nya, membuatnya marah dan pergi menyendiri di kamar mandi perempuan. Sementara itu, Profesor Quirrell mengabarkan Troll Gunung telah masuk ke dalam sekolah, sedang berjalan menuju ke arah yang sama ke arah kamar mandi perempuan . Hermione ditolong oleh Harry dan Ron. Ketika mereka ditemukan oleh Profesor Mcgonagall, Snape dan Quirrell, Hermione mengatakan lebih dulu alasan mengapa dia berada di dalam kamar mandi, dia mengaku sengaja pergi mencari Troll untuk mengalihkan perhatian dan berpikir bisa mengalahkannya sendirian. Dengan demikian dia telah menolong Harry dan Ron dari hukuman karena meninggalkan Asrama tapi membuat dirinya sendiri mendapat hukuman.
Meskipun demikian sikap Hermione tentang Peri Rumah dan Peraturan Asrama sebagian besar tidak berubah, sikapnya kepada Harry dan Ron sedikit melunak setelah berteman teman-emannya itu. Dengan mereka, dia membantu memecahkan misteri melingkupi Philosopher's Stone. Dia juga mulai menunjukkan kesediaannya untuk melanggar aturan dan menyampaikan kemarahannya dengan mengucapkan Kutukan Petrificus Totalus terhadap Neville Longbottom, yang dengan berani mencoba untuk menghentikan trio ini dari meninggalkan ruang rekreasi asrama sesudah jam pelajaran meskipun kemudian dia meminta maaf telah mengutuknya.
Kecerdasannya juga berguna kembali ketika dia mengalahkan Jerat Setan (walaupun peristiwa itu juga menunjukkan bagaimana dia berpikir sediri di saat-saat yang sulit : saat Harry dan Ron mengatakan kepadanya bagaimana cara mengalahkan Jerat Setan), dan kemahirannya dalam hal-hal logis ditunjukannya ketika dia dan Harry terperangkap suatu kamar di mana mereka harus dengan tepat memecahkan teka-teki untuk mengidentifikasi dua minuman dari sejumlah botol ramuan yang akan membuat mereka mampu masuk ke kamar lainnya atau meninggalkan kamar itu. Hermione mengatakan kepada Harry bahwa ia akan menjadi ahli sihir yang besar ketika menjadikan kualitas akan keberanian dan persahabatan lebih penting dibanding "kepintaran dan buku".
Harry Potter and The Chamber of Secrets
peran Hermione disini sangatlah penting karena Hermionelah Harry tahu makhluk apa yang ada di dalam Kamar Rahasia. cerita bermula pada malam di rumah Dursley dimana terdapat peri rumah bernama Dobby (yang belakangan diketahui sebagai peri rumah keluarga Malfoy) melarang Harry untuk tidak kembali ke Hogwarts karena alasan yang tidak masuk akal bagi Harry.Dalam budaya populer
Hermione pernah diparodikan dalam banyak sketsa dan serial animasi. Dalam Saturday Night Live, Hermione diperankan oleh Lindsay Lohan. Dalam acara Big Impression, Alistair McGowan membuat sketsa berjudul "Louis Potter and the Philosopher's Scone" dan menampilkan Nigella Lawson sebagai Hermione. Pada 2003, Comic Relief membuat sebuah cerita berjudul Harry Potter and the Secret Chamberpot of Azerbaijan, dimana Miranda Richardson, yang berperan sebagai Rita Skeeter dalam film-film Harry Potter, berperan sebagai Hermione. Hermione juga tampil dalam sketsa Harry Bladder di All That, dimana dia ditampilkan sebagai Herheiny dan diperankan oleh Lisa Foiles. The Wedge, sebuah komedi sketsa Australia memparodikan Hermione dan Harry saling mencintai dalam acara "Cooking With..." sebelum akhirnya diketahui Snape. Hermione juga tampil sebagai Hermione Ranger dalam Harry Podder: Dude Where's My Wand?, sebuah drama di Teater Desert Star di Utah, ditulis oleh Laura J., Amy K. dan Anna M. Lewis. Dalam film komedi Amerika Serikat tahun 2008 Yes Man, Allison (diperankan oleh Zooey Deschanel) menemani Carl (Jim Carrey) di sebuah pesta kostum dengan berpakaian sebagai Hermione.Dalam Harry Cover, sebuah seri komik Prancis buatan Pierre Veys (selanjutnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Spanyol), Hermione tampil sebagai teman Harry Cover, Hormone. Hermione juga tampil dalam sketsa The Potter Puppet Pals oleh Neil Cicierega, dan A Very Potter Musical diperankan oleh Bonnie Gruesen.
Lord Voldemort
| Karakter Harry Potter | |
Ralph Fiennes sebagai Lord Voldemort dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire (film). | |
| Lord Voldemort | |
|---|---|
| Asrama | Slytherin |
| Keturunan | Half-blood |
| Aliansi | Lord Voldemort |
| Diperankan oleh | Ralph Fiennes(dewasa), Frank Dillane(remaja), Hero Tiffin-Fiennes(kecil) |
| Pemunculan pertama | Harry Potter and the Sorcerer's Stone. |
Kata Voldemort sendiri berasal dari anagram nama "Tom Marvolo Riddle" yaitu "I Am Lord Voldemort". Cerita perubahan Voldemort dari Tom Marvolo Riddle menjadi Lord Voldemort merupakan sebuah kisah psikologis menarik dari JK Rowling. Tom Marvolo Riddle(voldemort) dilahirkan pada tanggal 31 Desember 1926 di sebuah panti asuhan di London.
Ayah Voldemort bernama Tom Riddle Sr., adalah seorang muggle, (istilah dalam dunia sihir untuk komunitas non-sihir alias manusia biasa tanpa kekuatan sihir). Ibunya bernama Merope Gaunt, penyihir berdarah murni dari keluarga Gaunt, keturunan terakhir salah satu pendiri Hogwarts, Salazar Slytherin. Merope diduga menggunakan Ramuan Cinta untuk memikat Tom Riddle senior. Akhirnya Tom riddle sr. menjadi tergila-gila pada Merope dan mereka kawin lari ke London. Setelah 3 bulan mereka menikah, Merope mengandung Tom Riddle Junior(Voldemort), lalu dia memutuskan untuk berhenti menggunakan Ramuan Cinta pada Tom Riddle sr. karena dia mengira Tom riddle sr. saat itu juga telah membalas mencintainya. mungkin dia mengira Tom sr. akan tinggal demi anaknya. Namun, dugaanya dua-duanya keliru. Tom sr. meninggalkannya, tak pernah menjenguknya lagi, dan tak pernah bersusah-payah mencari tahu apa yang terjadi pada anaknya. Jadi pada waktu medekati akhir kehamilannya, Merope sendirian di London dan sangatmembutuhkan uang, benar-benar membutuhkannya sampai-sampai di terpaksa menjual satu-satunya mikinya yang berharga, yaitu kalung Slytherin, kepada Caractus Burke yang hanya terjual dengan harga 10 Galleons. padahal, kalung itu tak ternilai harganya. Ketika Voldemort lahir, ia dititipkan di panti asuhan. Ibunya memilih meninggal daripada menggunakan kekuatan sihir untuk bertahan hidup.
Setelah lulus Hogwarts, Voldemort berkelana. Ketika kembali, ia sudah banyak berubah dan telah menjadi penyihir hitam. Sejak masa sekolahnya di Hogwarts, Voldemort telah memiliki kumpulan pengikut yang tergabung dalam Pelahap Maut, dan kumpulannya ini kemudian menjadi pengikut setianya setelah ia menjadi penyihir hitam yang berkuasa dan paling ditakuti di dunia penyihir. Voldemort sangat sulit dibunuh karena ia membagi nyawanya menjadi tujuh bagian dalam Horcrux. Voldemort pernah bertarung langsung dengan Albus Dumbeldore(Michael Gambon) di film harry potter ke 5. Dua penyihir terhebat didunia bertemu dalam pertempuran sengit, Lord Voldemort di pihak Buruk vs Albus Dumbeldore di pihak pembela Harry Potter. Dan pada film harry potter ke 6, Albus Dumbeldore bersama Harry Potter berusaha mencari Horcrux dari Lord Voldemort untuk dibinasakan. Namun usaha tersebut sia-sia karena ternyata horcrux yang asli telah diambil sebelumnya oleh seseorang dan salah satunya berinisial R.A.B.
Albus Dumbledore
Michael Gambon sebagai Albus Dumbledore dalam film Harry Potter and the Goblet of Fire. | |
| Albus Dumbledore | |
|---|---|
| Jenis kelamin | Pria |
| Asrama | Gryffindor |
| Keturunan | Pure-blood |
| Aliansi | Order of The Phoenix Hogwarts |
| Diperankan oleh | Richard Harris Michael Gambon |
| Pemunculan pertama | Harry Potter and the Sorcerer's Stone. |
Dalam versi film, seri Harry Potter and the Sorcerer's Stone (2001) dan Harry Potter and the Chamber of Secrets (2002), diperankan oleh mendiang Richard Harris yang meninggal pada 2002 disebabkan penyakit Hodgkin. Untuk film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004) dan Harry Potter and the Goblet of Fire (2005) pula, Michael Gambon memerankan tokoh Dumbledore dengan gaya yang berlainan dan lebih unik.
Kehidupan Albus Dumbledore
Kehidupan Awal Dumbledore
Albus Dumbledore dilahirkan pada tahun 1881 dan merupakan anak dari Percival Dumbledore dan Kendra Dumbledore. Tiga tahun setelah ia dilahirkan, adiknya, Aberforth Dumbledore lahir, dan setelahnya lahir adik perempuan keduanya, Ariana Dumbledore. Tiga anak-anak Muggle menyerang Ariana saat ia berumur 6 tahun karena mereka melihatnya menggunakan sihir. Akibat dari serangan itu, ia menderita sakit seumur hidupnya. Ayah Dumbledore, Percival, menyerang ketiga Muggle itu sebagai balasan atas penyerangan mereka terhadap putrinya, dan ia dipenjarakan di Azkaban seumur hidup. Untuk menghindari Ariana dibawa ke Rumah Sakit St.Mungo, Kendra memindahkan keluarga mereka ke Godric's Hollow. Para tetangga mereka mengira Ariana adalah seorang Squib.Saat Albus memasuki Hogwarts, ia berteman dengan Elphias Doge yang banyak diejek oleh orang-orang karena baru saja sembuh dari cacar naga. Di Hogwarts, Dumbledore dianggap sebagai murid paling cerdas yang pernah memasuki Hogwarts. Ia memenangkan banyak sekali penghargaan dan mempunyai banyak teman yang saat ini menjadi penyihir-penyihir terkenal. Tulisan-tulisannya banyak dimuat di Transfiguration Today, Challenges in Charming, dan The Practical Potioneer. Ia adalah seorang Gryffindor. Informasi ini diberikan kepada Harry Potter oleh Hermione Granger pada saat mereka berada di Hogwarts Express dalam film Harry Potter and the Sorcerer's Stone.
Tiga tahun setelahnya, Aberforth masuk Hogwarts. Adiknya itu terbukti agak berbeda dari Albus, karena tidak menguasai bakat sihir luar biasa seperti kakanya. Hal ini terlihat sejak di tahun kelima Harry bersekolah, menjelang ujian O.W.L (Ordinary Wizarding Levels). Pada saat itu, Griselda Marchbanks, Kepala Wizarding Examinations Authority--Kekuasaan Pengujian Sihir, mengatakan bahwa Dumbledore telah "....melakukan hal-hal dengan tongkat sihir yang tidak pernah kulihat sebelumnya". Saat Dumbledore dan Doge meninggalkan Hogwarts, mereka berencana untuk melakukan perjalanan keliling dunia. Di tengah-tengah perjalanan mereka, Dumbledore yang pada saat itu berumur 18 tahun tertimpa musibah kematian ibunya, yang dibunuh oleh Ariana yang sedang 'kumat'.
Dumbledore dan Grindelwald
Karena ketidakhadiran orang tua Dumbledore (ayahnya dipenjara, sedangkan ibunya meninggal), Albus menjadi kepala keluarga tersebut, dan menjadi kewajibannya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Ini merupakan hal yang berat bagi Dumbledore, mengingat orang tuanya tidak meninggalkan banyak emas. Ia dipaksa harus tinggal di rumah dengan Ariana ketika Aberforth menjalani pendidikannya di Hogwarts. Kemudian, Gellert Grindelwald muda tiba di Godric's Hollow dengan bibinya, Bathilda Bagshot, pengarang buku A History of Magic--Sejarah Sihir. Dumbledore muda berteman dengan Grindelwald dan mereka berdua mempunyai keinginan untuk menguasai dunia "untuk kebaikan yang lebih besar" dengan cara menyatukan Relikui Kematian yang legendaris.Kedua penyihir itu berpendapat bahwa dunia sihir harus berkuasa atas para Muggles. Meskipun mereka harus menghancurkan beberapa penyihir dalam perjalanan mereka menuju misi tersebut, mereka akan menganggapnya "untuk kebaikan". Tapi, sebuah diskusi antara Albus, Aberforth, dan Grindelwald memimpin mereka ke sebuah duel yang menyebabkan kematian Ariana. Dalam sisa hidupnya, Dumbledore merasa bersalah, karena tidak pernah bisa memastikan apakah kutukannya atau hal lain yang menyebabkan kematian Ariana.
Grindelwald kemudian meninggalkan rumah Bagshot dan memulai misinya. Sementara itu, dalam pemakaman Ariana, Aberforth sangat marah kepada Dumbledore dan meninju hidung Dumbledore, mematahkannya, yang membuat hidungnya terlihat bengkok sekarang. Karena kematian Ariana tersebut, Albus merasa tidak dapat dipercaya dalam menghadapi hal-hal yang besar yang membuatnya tidak pernah mengambil tempat sebagai Menteri Sihir. Dumbledore kemudian kembali ke Hogwarts sebagai guru Transfigurasi, dan kemudian diangkat menjadi Kepala Sekolah Hogwarts, menggantikan Armando Dippet.
Dumbledore akhirnya berhasil mengalahkan Grindelwald, yang telah menjadi penyihir hitam, yang memiliki Tongkat Elder. Setelah mengalahkannya, Dumbledore menjadi pemilik Tongkat Elder berikutnya, bahkan setelah ia meninggal.
Dumbledore dan Kebangkitan Voldemort
Lihat juga: Lord Voldemort atau Orde Phoenix Salah satu tugas Dumbledore sebagai guru di Hogwarts adalah mencari dan menawarkan tempat di Hogwarts kepada Tom Marvolo Riddle. Ketika Dumbledore terkagum-kagum dengan kemampuan Riddle, ia mendapat masalah karena Riddle tidak pernah mempercayai Dumbledore sepenuhnya. Satu tahun kemudian, Riddle mencoba untuk mendapatkan tempat sebagai guru di Hogwarts. Namun, Dumbledore meyakinkan kepala sekolah saat itu, Armando Dippet, untuk menolak permohonan Riddle. Ia sendiri juga menolak permohonan Riddle yang kedua beberapa tahun kemudian, saat ia menjabat sebagai kepala sekolah. Sejak saat itu, Riddle menyatakan perang dengan mantan pengajarnya, dan mengadopsi sebuah nama yang akan menjadi menakutkan dalam semua hati penyihir di dunia sihir tahun-tahun mendatang: Lord Voldemort.Untuk melawan Voldemort, Dumbledore mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama Orde Phoenix. Dalam perkembangan Voldemort, anggota Orde selalu bertarung melawan pengikut Voldemort, Pelahap Maut dan pengikut-pengikut lainnya. Dalam pertempuran tersebut, Orde menderita kekalahan yang diikuti dengan meninggalnya beberapa anggota Orde, dan salah satunya adalah suami-istri Potter. Sebelum kematian mereka, Dumbledore meminta mereka untuk memperlihatkan Jubah Gaib yang dicurigai sebagai salah satu dari Relikui Kematian. Saat James meninggal, Dumbledore memutuskan untuk menyimpan jubah tersebut, dan memberikannya kepada putra James, Harry Potter.
Saat orang tua Harry terbunuh dan kekuatan Voldemort menghilang, pemindahan Harry ke rumah Vernon dan Petunia Dursley, paman dan bibinya yang merupakan satu-satunya kerabatnya yang masih hidup, adalah keputusan Dumbledore. Ia mengetahui bahwa Harry telah diberi perlindungan sihir khusus yang berasal dari pengorbanan ibunya, dan karena Petunia Dursley menerima Harry di rumah mereka, sihir itu telah tertanam di rumah keluarga Dursley. Sihir lama yang berasal dari cinta ibunya kepada Harry ini, membuat Harry tidak dapat disentuh oleh Voldemort.
PenampilanTiga Buku Pertama
Di awal dari seri Harry Potter, tepatnya di Harry Potter dan Batu Bertuah, Dumbledore tiba di Privet Drive nomor empat di Little Whinging,Surrey, untuk meninggalkan bayi Harry di ambang pintu kediaman keluarga Dursley dengan sebuah surat yang menjelaskan situasi saat itu. Ia pergi dengan kata-kata terakhir, "Semoga berhasil, Harry".Saat Harry tiba di Hogwarts, Dumbledore memberitahu Harry tentang rahasia Cermin Tarsah yang jika ia melihat cermin tersebut, ia melihat dirinya "memegang sepasang kaos kaki wol tebal." Ternyata, ia sendiri, seperti Harry, melihat keluarganya hidup dan bersatu. Pada malam ketika Quirinus Quirrel, Harry, Ron Weasley, dan Hermione Granger memasuki ruang bawah tanah untuk mendapatkan Batu tersebut, Dumbledore sedang dipanggil oleh Kementrian Sihir oleh surat yang salah, tapi ia kemudian menyadari bahwa ia diperlukan di Hogwarts dan ia kembali untuk menyelamatkan Harry dari Quirrell dan Voldemort. Ia juga melakukan percakapan terakhir dengan Harry setelah kejadian tersebut dan mengatakan bahwa ia terlalu muda untuk mengetahui alasan Voldemort ingin membunuhnya.
Di Harry Potter dan Kamar Rahasia, Dumbledore mencurigai bahwa Tom Riddle terlibat dalam penyerangan terhadap murid-murid, saat ia menjawab, "bukan masalah siapa, tapi bagaimana?", ketika ditanya siapa pelaku penyerangan tersebut. Dumbledore yang lebih muda terlihat di buku harian Riddle, ketika Harry melihat memori Tom Riddle, dan bertanya apakah ia mengetahui sesuatu tentang penyerangan murid-murid. Dalam separo bagian akhir, Lucius Malfoy membujuk (atau bisa dibilang mengancam) kesebelas dewan sekolah untuk mencabut posisi Dumbledore sebagai Kepala Sekolah karena terjadi penyerangan oleh basilisk di sekolah saat Kamar Rahasia dibuka. Para dewan mengembalikan lagi posisi Dumbledore saat mereka mengetahui bahwa Ginny Weasley dibawa ke Kamar Rahasia dan Lucius terbukti memaksa para dewan untuk menyingkirkan Dumbledore.
Di permulaan Harry Potter dan Tawanan Azkaban, Dumbledore terpaksa menerima para dementor di luar sekolah mereka demi perlindungan murid-murid Hogwarts dari Sirius Black, seorang yang dituduh membunuh yang melarikan diri dari Azkaban. Setelah Black berhasil menembus Hogwarts, Dumbledore memerintahkan untuk menutup seluruh pintu masuk ke dalam sekolah. Setelah Harry jatuh dari sapunya pada saat pertandingan Quidditch karena dementor, Dumbledore menjadi sangat marah pada mereka dan menggunakan tongkatnya untuk mendaratkan Harry dengan selamat ke tanah. Di bagian akhir buku, Dumbledore menyarankan Hermione memakai Pemutar Waktu miliknya tanpa sepengetahuan Kementrian untuk kembali ke tiga jam yang lalu untuk menyelamatkan Buckbeak si Hippogriff dan Sirius sebelum mereka tereksekusi.
Buku Keempat dan Kelima
Di seri keempat, Harry Potter dan Piala Api, Dumbledore memperkenalkan Turnamen Triwizard. Ia juga menjadi juri selama even tersebut berlangsung. Di buku, saat nama Harry keluar dari Piala Api, Dumbledore tidak terkejut dan tetap tenang, dan bertanya pada Harry apakah ia sendiri atau murid lain yang lebih tua yang ia suruh yang memasukkan namanya ke dalam Piala Api. Saat Harry menjawab tidak, ia percaya padanya. Tidak seperti di buku, di film, Dumbledore (yang diperankan oleh Michael Gambon) terlihat marah dan bahkan menggoncangkan Harry saat ia bertanya padanya.Di akhir buku, ketakutan Dumbledore terjawab saat Harry kembali dari pertempurannya melawan Voldemort membawa mayat Cedric Diggory dan saat Alastor Moody (yang sebenarnya adalah Barty Crouch Junior yang menyamar dengan menggunakan Ramuan Polyjuice) mengambil Harry dari Dumbledore dan membawanya ke dalam kantornya. Dumbledore langsung curiga dan pergi menuju kantor Moody dengan Minerva McGonagall dan Severus Snape untuk menyelamatkan Harry dan menginterogasi Crouch. Kemudian, Dumbledore mendengarkan kesaksian Harry tentang kembalinya Voldemort. Harry kemudian mengetahui bahwa Cornelius Fudge, Menteri Sihir sedang berdebat dengan Dumbledore dan McGonagall. Di akhir cerita, Fudge dan Dumbledore "berpisah jalan" setelah perdebatan tentang kembalinya Voldemort dan akibat-akibat yang akan terjadi jika Fudge tetap membiarkan hal itu.
Di Harry Potter dan Orde Phoenix, Dumbledore diturunkan pangkatnya yang semula adalah Hakim Ketua Wizengamot, dikeluarkan dari kedudukannya sebagai Ketua Konfederasi Penyihir Internasional, dan ia juga kehilangan Order of Merlin Kelas Satu, akibat dari pidatonya tentang kembalinya Voldemort. Sementara itu, Kementrian Sihir melakukan segala cara untuk memojokkan Dumbledore dan Harry, sebagian besar melalui Daily Prophet. Di awal cerita, Dumbledore memancing kemarahan Fudge saat ia hadir di sidang Harry dengan membawa saksi (Arabella Figg) untuk memastikan bahwa ia tidak dikeluarkan. Namun, Harry merasa sangat marah karena Dumbledore tidak pernah menatapnya, apalagi berbicara kepadanya.
Di Hogwarts, Kementrian mengeluarkan Dekrit Pendidikan Nomor Dua Puluh Dua, yang memperbolehkan Fudge untuk menempatkan Dolores Umbridge (setelah Dumbledore gagal mencari kandidat yang tepat) sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Melalui Umbridge, Fudge perlahan-lahan menambah kekuatannya di Hogwarts. Ia juga mengawasi Dumbledore secara ketat, karena ia takut Dumbledore sedang mendirikan laskar penyihir dibawah umur untuk melawan Kementrian. Dolores melarang semua praktek latihan pertahanan di kelasnya yang memaksa Harry, Ron, dan Hermione mendirikan Laskar Dumbledore dengan beberapa teman-teman mereka. Saat L.D. diketahui oleh Kementrian, Dumbledore berkata bahwa ialah yang menyuruh Harry membentuk organisasi tersebut, yang membuatnya kehilangan jabatannya sebagai kepala sekolah (lagi).
Dumbledore tidak terdengar lagi di buku sampai ia tiba di Departemen Misteri untuk bergabung dengan Orde dalam pertarungan melawan Pelahap Maut. Ia kemudian menyelamatkan Harry dari kutukan Avada Kedavra yang dilancarkan oleh Voldemort dan berduel dengan Pangeran Kegelapan. Setelah Voldemort ber-Dissaparate, Dumbledore memberitahu Fudge tentang apa yang terjadi dan menduduki kembali jabatan sebagai kepala sekolah dan mendapatkan kembali semua gelar-gelarnya. Di akhir cerita, Dumbledore memberi tahu Harry bahwa Voldemort memilihnya sebagai saingannya dan mereka berdua harus saling membunuh pada akhirnya.
Buku Keenam
Di Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, Dumbledore menjemput Harry dari Privet Drive untuk membujuk Horace Slughorn untuk bergabung dengan staf Hogwarts. Tangan kanannya, seperti yang diperhatikan Harry, terlihat hitam dan berkerut. Pada saat tahun ajaran, Dumbledore bertemu dengan Harry di kantornya untuk mengajarinya tentang masa lalu Voldemort karena ia memberitahu Harry bahwa hal itu sangat penting. Melalui pelajaran tersebut, mereka mengunjungi pikiran-pikiran orang lain, yang mengandung informasi-informasi penting bagi Voldemort. Harry mempelajari bahwa Voldemort membuat enam Horcrux untuk mendapatkan keabadian dan Horcrux-Horcrux tersebut harus dihancurkan sebelum Harry menghancurkan bagian terakhirnya yang terdapat di dalam tubuh Voldemort. Harry juga berulang-ulang memberitahu Voldemort bahwa murid lain, Draco Malfoy, bekerja untuk Voldemort. Dumbledore menolak untuk melakukan tindakan pada Draco, dan berkata pada Harry bahwa ia lebih mengerti apa yang sedang terjadi daripada Harry.Di akhir buku keenam, Dumbledore dan Harry pergi ke gua yang dipercayai adalah tempat Voldemort menaruh Horcruxnya. Di gua tersebut, Dumbledore meminum sebuah ramuan di tempat dimana Horcrux tersebut berada; saat meminumnya, ia mulai berteriak, terlihat mengalami penyiksaan mental dan melemah. Setelah para Inferi mencoba menangkap dan menjatuhkan Harry ke dalam danau es yang dalam, Dumbledore tiba-tiba sembuh dan menyihir jerat api di sekitar mereka. Dumbledore mengambil liontin Horcrux bersamanya dan keluar dari gua tersebut dan kembali ke Hogsmeade. Saat mereka kembali, Madam Rosmerta memberitahu mereka bahwa Tanda Kegelapan terlihat di atas Menara Astronomi dan Dumbledore serta Harry bersama-sama menuju Menara Astronomi melalui sapu Rosmerta. Di atas menara, Dumbledore berbicara tentang rencana Draco Malfoy untuk membunuhnya. Beberapa Pelahap Maut lain memasuki menara dan membujuk Malfoy untuk membunuh Dumbledore. Saat Malfoy tidak bisa membunuhnya, Snape muncul dan langsung melancarkan Kutukan Avada Kedavra pada Dumbledore.
Di buku terakhir, diungkapkan bahwa Dumbledore membuat kesalahan besar dengan memakai cincin terkutuk di tangan kanannya, pada buku kelima atau keenam, dan melupakan kutukan yang terdapat pada cincin itu. Cincin itu menyimpan Batu Kebangkitan, yang diharapkan Dumbledore dapat memperbolehkannya untuk meminta maaf kepada orang tuanya dan adiknya. Severus Snape dipanggil oleh Dumbledore untuk mengangkat kutukan itu pada malam itu. Dumbledore tahu bahwa hidupnya hanya tinggal sebentar lagi. Saat itulah Dumbledore meminta Snape untuk, pada saat yang tepat, membunuhnya, yang menurutnya "lebih terhormat". Severus setuju, karena ia berkata bahwa ia akan melakukan apa saja untuk Dumbledore.
Sesaat setelah kematiannya, lukisan Dumbledore tiba-tiba muncul di kantor Kepala Sekolah. Pemakamannya dihadiri oleh murid-murid, staf dan pengajar Hogwarts, anggota Kementrian Sihir, para hantu, centaur, dan para duyung, serta semua orang yang menghormatinya. Dibungkus dengan kain beludru ungu, ia dikubur di sebuah peti marmer putih di sebelah danau di Hogwarts, dan ia adalah satu-satunya Kepala Sekolah yang dikubur di sekolah. Saat penguburannya, Fawkes menyanyikan lagu dukacita, meratapi kematian pemiliknya.
Buku Terakhir
Rowling menggunakan beberapa bab di Harry Potter dan Relikui Kematian untuk mengungkapkan dua hal utama tentang Dumbledore: kehidupan awalnya dan kematiannya. Setelah muncul beberapa cerita tentang masa kecil Dumbledore dan naiknya Dumbledore sebagai Kepala Sekolah Hogwarts, Harry mulai meragukan Dumbledore yang dia ketahui. Saat ia merasa frustasi, ia sering marah pada Dumbledore karena membuat pencariannya akan Horcrux-Horcrux menjadi sulit dan karena tidak menyediakan informasi yang cukup. Harry akhirnya belajar kesulitan-kesulitan sebenarnya yang dialami Dumbledore pada masa mudanya melalui Aberforth dan Albus sendiri.Dumbledore muncul untuk terakhir kalinya kepada Harry Potter di akhir buku, setelah Harry diserang kutukan membunuh. Rowling menggunakan percakapan itu untuk mengungkap kebenaran dari hubungan antara Voldemort dan Harry. Harry kemudian mengakui segala kekecewaannya pada Dumbledore. Dumbledore lalu memberitahu Harry bahwa ia masih punya pilihan; menjalani kehidupan selanjutnya atau kembali ke tubuhnya yang lama untuk menghadapi Voldemort untuk terakhir kalinya. Setelah mengalahkan Voldemort, Harry melakukan percakapan singkat dengan lukisan Dumbledore di kantor Kepala Sekolah tentang nasib masing-masing dari ketiga Relikui Kematian. Di epilog cerita, terungkap bahwa Harry menamai putra keduanya Albus Severus Potter, yang berasal dari nama Dumbledore dan Snape.
Atribut
Penampilan Luar
Di buku, Dumbledore digambarkan sebagai seorang penyihir klasik; tinggi dan kurus, dengan rambut panjang keperakan. Ia memiliki mata biru, hidung yang mancung dan bengkok, dan jari-jari yang panjang. Ia mengenakan kacamata bulan-setengah. Ia pernah dikatakan memiliki bekas luka diatas lututnya yang penyebabnya tidak diketahui. Menurut alur cerita Harry Potter, Dumbledore lahir pada tahun 1881 dan meninggal pada tahun 1997, yang berarti ia berumur 116 tahun. Ia biasanya terlihat mengenakan jubah panjang dengan berbagai warna dan motif yang biasanya bermotif bulan dan bintang.Beberapa kritik mengatakan beberapa kesamaan antara Dumbledore dan penyihir klasik, Merlin dan Gandalf dari Lord of the Rings.
Karakteristik
Dalam seri-seri Harry Potter, Dumbledore tidak mementingkan "kemurnian darah" dan percaya bahwa pilihan setiap individu mencerminkan karakter setiap orang, ia berkata, "masalahnya bukan bagaimana seseorang lahir, tapi orang seperti apakah mereka pada saat mereka besar". Voldemort menganggap Dumbledore sebagai "pahlawan bagi para Darah Lumpur dan Muggle". Tidak seperti penyihir lain, Dumbledore tidak takut untuk mengatakan nama Voldemort (dan mencoba membujuk orang lain untuk memanggilnya menggunakan nama Voldemort pada saat pertempuran pertama) dan memanggilnya "Tom" saat berdebat dengannya.Beberapa karakter dalam buku sering menganggap kelemahan terbesarnya adalah kemauannya untuk mempercayai orang-orang yang menurut orang lain tidak bisa dipercaya. Ia terlihat mempunyai selera humor yang bagus. Ia sangat sabar, dan selalu tenang. Ia juga selalu sopan terhadap siapa saja, bahkan terhadap musuh-musuhnya. Ia adalah seorang pecinta musik.
Selain seorang penyihir yang cerdas dan bijaksana, ia juga adalah seorang yang eksentrik.
Kemampuan Sihir
Di usia muda, Dumbledore selalu memperlihatkan kemampuan sihir yang sangat hebat dan di ujian N.E.W.Tnya, "...melakukan hal-hal dengan tongkatnya yang tidak pernah dilihat (oleh para penguji) sebelumnya".Dumbledore juga seorang ahli kimia yang bekerja dengan Nicolas Flamel, pembuat Batu Bertuah, dan ia juga menemukan dua belas kegunaan darah naga. Ia dapat membuat patronus, yang berbentuk phoenix. Ialah yang menemukan metode pengiriman pesan ke orang lain melalui Mantra Patronus, kemampuan yang hanya diajarkannya kepada anggota Orde Phoenix.
Ia juga dapat menciptakan api Gubraithian (api sihir abadi). Ia juga mengklaim bahwa ia dapat menjadi tidak terlihat tanpa perlu menggunakan Jubah Gaib. Dumbledore juga memiliki kemampuan dalam Occlumency dan Legilimency. Dumbledore juga seorang ahli transfigurasi (mengingat ia merupakan guru transfigurasi sebelum menjadi Kepala Sekolah). Di Harry Potter dan Orde Phoenix, Dumbledore mentranfigurasi ribuan potongan kaca menjadi pasir dalam sekejap. Ia dapat berbicara Mermish, Gobbledegook, dan ia mengerti Parseltounge.
Asal Nama
Nama lengkap Dumbledore adalah Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore. Nama "Dumbleodore" berarti "lebah madu" yang berasal dari bahasa Devon kuno. Kata ini dipilih Rowling karena ia membayangkan Dumbledore berjalan-jalan di dalam kastil dan berkata-kata pada diri sendiri.Galeri
-
Draco Malfoy
Draco Malfoy adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling.
Tom Felton as Draco Malfoy
in Harry Potter and the Prisoner of AzkabanDraco Malfoy Jenis kelamin Laki-laki Warna rambut Pirang Warna mata Abu-abu Asrama Slytherin Keturunan Darah Murni Diperankan oleh Tom Felton Pemunculan pertama Harry Potter dan Batu Bertuah.
Draco adalah anak dari pasangan Lucius dan Narcissa Malfoy. Mengikuti jejak orangtuanya, Draco menjadi Pelahap Maut.
Pembaca pertama kali diperkenalkan dengan tokoh Draco ketika Harry tengah berbelanja keperluan Hogwartsnya di toko Madam Malkin. Waktu itu Draco dan Harry belum resmi berkenalan, tapi kita tahu kemudian bahwa Draco-lah yang dijumpai Harry ketika ia sedang membeli jubahnya.
Sikap sombong yang ditunjukkan Draco menyebabkan Harry tidak menyukainya, terlebih sesampainya di Hogwarts, Draco menunjukkan ketidaksukaannya pada Ron dan Hermione. Hal ini membuat Harry semakin tidak menyukainya.
- Di tahun ketiganya di Hogwarts, Draco turut andil dalam memenjarakan Hagrid ke Azkaban dan pemecatannya sebagai guru Pemeliharaan Satwa Gaib di Hogwarts.
- Di tahun keempatnya, Draco dan kroninya menjadi sumber utama untuk artikel Rita Skeeter di Daily Prophet.
- Di tahun keenam, Draco (yang diyakini Harry telah menjadi Pelahap Maut untuk menggantikan ayahnya yang tertangkap oleh Kementerian Sihir) mendapat tugas dari Voldermort. Tidak dijelaskan apa pastinya tugas Draco, namun ia ditugaskan untuk membunuh Dumbledore. Draco berusaha sepanjang tahun tersebut. Pertama ia menggunakan kalung yang sudah dikutuk yang diberikan kepada Madam Rosmerta, kemudian Katie Bell yang dalam pengaruh Kutukan Imperius. Usaha keduanya adalah melalui botol mead yang nyaris membunuh Ron. Menjelang akhir cerita, Draco berhadapan dengan Dumbledore di Menara Utara. Dumbledore berusaha membujuk Draco untuk mengurungkan niatnya, bahkan menawarkan perlindungan kepada Keluarga Malfoy. Namun di tengah keraguannya itu, Snape mengambil alih tugas Draco dan membunuh Dumbledore.
- Namun sepertinya Malfoy tidak melanjutkan sekolah di tahun ke tujuhnya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kejadian yang menimpa dirinya. Seperti kaburnya dia bersama Severus Snape, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang sangat dihormatinya, dari Sekolah Sihir Hogwarts dan menjelajahi hutan petualangan yang gelap dan suram.
Scorpius Malfoy
Scorpius Malfoy adalah putra dari Draco Malfoy dan Astoria Greengrass. Scorpius juga adalah cucu laki-laki dari Lucius Malfoy dan istrinya Narcissa Malfoy (terlahir Black).
Scorpius ditampilkan pertama kali dalam epilog buku novel terakhir penulis Inggris J.K Rowling pada 19 tahun kemudian setelah pertempuran di Hogwarts yang akan memulai tahun pertamanya.
Severus Snape
Severus Snape adalah guru Ramuan dan Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kepala sekolah di Hogwarts dalam kisah Harry Potter. Dia berhidung bengkok seperti paruh elang, berambut klimis-hitam-pendek.
Alan Rickman sebagai Severus Snape
dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix.Severus Snape Keturunan Half-blood Diperankan oleh Alan Rickman (dewasa), Alec Hopkins (remaja) Pemunculan pertama Harry Potter and the Philosopher's Stone
Dalam film-film Harry Potter, Snape diperankan oleh Alan Rickman.
Latar Belakang
Snape terlahir dari pasangan Tobias Snape, seorang Muggle, dan Eileen Prince yang penyihir. Masa kecil Snape jarang sekali disinggung dalam buku. Tapi di Harry Potter and the Order of the Phoenix ketika Harry belajar Occlumency dari Snape, dapat disimpulkan bahwa Snape sering kali menyaksikan, bahkan mungkin menjadi korban kekerasan ayahnya. Di saat remaja pun Snape adalah murid yang tidak populer karena kesukaannya pada ilmu hitam.
Snape satu angkatan di Hogwarts dengan James Potter, Sirius Black, Remus Lupin, dan Peter Pettigrew. Tapi Sirius dan James sangat membencinya, demikian pula sebaliknya. Di setiap kesempatan, mereka, terutama Sirius seringkali mengolok-olok Snape, baik secara mental maupun fisik.
Pada suatu hari, Sirius berencana untuk membuat lelucon yang berbahaya terhadap Snape. Sirius memberitahu Snape kemana Lupin pergi setiap bulan purnama, dengan harapan Snape akan terluka atau bahkan terbunuh ketika Lupin tengah bertransformasi menjadi manusia serigala. Snape yang serba-ingin-tahu bermaksud membuktikan hal ini. Tetapi di saat-saat terakhir James menghalangi Snape, menyelamatkan hidupnya. Meski demikian Snape telah melihat wujud Lupin sebagai manusia serigala. Snape berjanji pada Dumbledore untuk tidak memberitahu siapa pun tentang Lupin. Sejak itu Snape makin membenci Sirius, James, dan Lupin (meski sebenarnya Lupin tidak membencinya). Meski James menyelamatkannya, Snape menganggap itu demi kepentingan James sendiri, supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Kebencian ini terus berlanjut sampai mereka dewasa.
Sirius mengatakan pada Harry bahwa Snape yang masuk Slytherin, bergabung dengan geng Slytherin seperti Bellatrix dan Rodolphus Lestrange, Avery, Wilkes and Evan Rosier, yang dikemudian hari menjadi Pelahap Maut. Snape adalah anggota Orde Phoenix, meskipun sampai saat ini kesetiaannya masih dipertanyakan. Baik Dumbledore maupun Voldemort beranggapan Snape ada di pihak mereka.
Dalam buku ketujuh, diungkapkan bahwa Snape sebenarnya mencintai dan berteman dengan Lily Evans sejak kecil, dan keduanya selalu bersama sampai masuk Hogwarts. Karena perbedaan pendapat dan salah faham, keduanya berpisah pada jalan masing-masing. Diungkapkan pula James membenci Snape sejak pertama kali bertemu di Hogwarts Express dan saling menghina. Karena laporannya pada Voldemort tentang Ramalan, membuat dia menyesali perbuatannya; Voldemort jadi mengejar Harry Potter, anak dari Lily Potter. Kemudian dia menemui Dumbledore dan mengubah kesetiaannya dari Pelahap Maut menjadi Orde Phoenix, dan menjadi mata-mata bagi Voldemort. Setelah kematian keluarga Potter, Snape bersumpah agar menjaga dan mengawasi Harry dan berubah menjadi menyayanginya (dia menangis setelah mengetahui bahwa Harry harus mati sebelum mengalahkan Voldemort), meskipun pada awalnya dia membenci Harry yang sangat mirip dengan ayahnya namun memiliki mata ibunya.
Peran Snape Dalam Seri Harry Potter
Kebencian Snape pada Harry sudah tampak sejak pertama kali mereka bertemu di Hogwarts. Bahkan Harry mengira Snape yang hendak mencuri Batu Bertuah. Snape menyelamatkan Harry ketika Quirell memantrai sapunya, namun Harry tetap membencinya. Begitu pun Snape, yang selalu mempersulit Harry dalam pelajaran, dan senantiasa mencari-cari kesempatan untuk mengeluarkan Harry dari Hogwarts.
Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Snape membuatkan ramuan untuk Lupin setiap bulan, untuk mengurangi rasa sakit akibat transformasi menjadi manusia serigala. Hal ini mungkin atas suruhan Dumbledore, karena Harry seringkali mendapati Snape "menatap jijik" pada Lupin. Terbukti di akhir tahun ajaran, Snape secara "tidak sengaja" keceplosan bahwa Lupin adalah manusia serigala, karena kemarahan akibat lolosnya Sirius Black dari genggamannya.
Di akhir Harry Potter and the Goblet of Fire, ketika Dumbledore berusaha meyakinkan Fudge bahwa Voldemort telah kembali, Snape menunjukkan Tanda Kegelapan yang tampak jelas di lengannya, menandakan bahwa Voldemort benar-benar kembali. Tapi Fudge mengabaikannya. Kemudian Dumbledore segera mengutusnya untuk sebuah tugas rahasia, yang kemudian terungkap dalam Order of the Phoenix, yaitu memata-matai Voldemort.
Dalam Harry Potter and the Order of The Phoenix, Snape atas suruhan Dumbledore memberi pelajaran Occlumency pada Harry. Snape dipilih karena dia adalah Occlumens yang hebat. Tapi pelajaran ini gagal total. Harry curiga Snape justru membuka pikirannya agar dapat dimasuki Voldemort, sementara Snape marah besar ketika Harry kepergok melihat kenangan terburuknya dalam Pensieve. Menjelang akhir cerita, menurut Dumbledore, Snape memastikan bahwa Sirius baik-baik saja ketika Harry mendapat penglihatan bahwa Sirius tertangkap oleh Voldemort. Snape pun mencari Harry ke Hutan Terlarang ketika ia dan Umbridge tidak juga kembali. Dan Snape segera mengontak anggota Orde Phoenix lain untuk segera membantu Harry di Kementerian. Disini terdapat indikasi bahwa Snape sebenarnya berpihak pada Orde, karena komunikasi Orde adalah dengan Patronus, yang hanya dapat dilakukan oleh penyihir putih.
The Half-Blood Prince
Snape memiliki peranan besar dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince. Di awal cerita dikisahkan kakak-beradik Narcissa dan Bellatrix mendatangi Snape di rumahnya, Spinner's End (dan ternyata Wormtail juga ada di sana). Narcissa hendak meminta Snape untuk melindungi Draco, anaknya, yang mendapat tugas khusus dari Voldemort. Narcissa menduga tugas ini sebagai pelampiasan amarah Voldemort karena Lucius tidak berhasil mencuri ramalan di Departemen Misteri, bahkan tertangkap. Bellatrix yang tidak menyukai Snape berusaha menghalangi Narcissa dan sempat adu mulut dengan Snape. Namun akhirnya Snape bersedia melakukan Sumpah-Tak-Terlanggar, yaitu dia akan menyelesaikan tugas yang diemban Draco bila Draco terbunuh ataupun tidak sanggup melakukannya. Bila Snape tidak melakukan hal itu, maka nyawanya menjadi taruhannya.
Beralih ke Hogwarts, akhirnya Snape mendapatkan pekerjaan yang telah lama diidam-idamkannya, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Harry tidak menduga bahwa akhirnya Dumbledore mempercayakan Snape untuk mengajar subyek yang disukainya itu. Harry yang semula gembira karena tidak akan bertemu Snape lagi, terpaksa menelan kekecewaannya. Semula Harry tidak akan meneruskan pelajaran Ramuannya, karena Snape tidak mengijinkan muridnya yang tidak mendapatkan nilai "O" (Outstanding- Luar Biasa) dalam Ujian OWL untuk mengambil kelas NEWT Ramuan. Namun Horace Slughorn, guru Ramuan yang baru, mengijinkan murid dengan nilai "E" (Exceed Expectations - Di Luar Dugaan) seperti Harry, mengambil kelas NEWT-nya. Harry yang tidak membeli buku Ramuan, mendapat pinjaman buku sekolah, yang bertuliskan "Milik Half-Blood Prince". Buku ini berisi tips-tips membuat ramuan, yang kadang-kadang menyimpang dari instruksi sebenarnya, namun benar-benar memuaskan. Alhasil Harry menjadi murid kesayangan Slughorn. Hermione menyelidiki tentang Prince, dan yang dapat ditemukannya adalah Eileen Prince, ketua Gobstone, seorang siswi yang belajar di Hogwarts bertahun-tahun yang lalu. Harry membantah anggapan ini, karena yakin bahwa Prince adalah seorang laki-laki. Namun di akhir cerita terungkap bahwa pemilik buku itu adalah Snape, dan Snape pun mengetahui bahwa Harry yang membawa bukunya karena Harry menggunakan mantra Sectumsempra terhadap Malfoy. Snape-lah yang menciptakan mantera tersebut.
Harry diberitahu Trelawney bahwa Snape-lah yang mencuri dengar pembicaraannya dengan Dumbledore di Hog's Head ketika Trelawney hendak melamar jabatan sebagai guru Hogwarts. Harry menduga bahwa Snape juga bertanggung jawab atas kematian orangtuanya.
Di bagian akhir Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan Avada Kedavra dan pergi meninggalkan Hogwarts.Saat membunuh Dumbledore, terlihat bahwa raut wajah Snape terlihat seperti marah,padahal ekspresinya tersebut bukanlah berarti dia benci pada Dumbledore, namun benci akan dirinya yang harus membunuh orang yang sangat dia hormati.
The Deathly Hallows
Snape menjadi kepala sekolah Hogwarts, setelah Kementerian Sihir diambil alih oleh Pelahap Maut. Snape juga ditugaskan untuk memberikan pedang Godric Gryffindor pada Harry tanpa ketahuan identitasnya. Sampai akhirnya dia dibunuh oleh Voldemort, penyamarannya sebagai Pelahap Maut tidak terungkap, dan menjadi musuh Orde Phoenix dan Guru Hogwarts. Dalam keadaan sekarat, dia memberikan memorinya pada Harry, dan memohon Harry untuk melihatnya. Hal ini menunjukan kepada siapa sebenarnya kesetiannya selama ini, kepada Orde Phoenix yang di bawah Dumbledore bukan kepada Pelahap Maut di bawah Voldemort, meskipun semata-mata karena kecintaannya pada Lily Evans. Hal ini terungkap di mana patronusnya adalah rusa betina yaitu patronus yang sama dengan Lily, yang ditunjukannya ke Dumbledore untuk membuktikan persaannya selama ini kepada Lily.
Fleur Delacour
Fleur Delacour adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Pertama kali muncul dalam Harry Potter and the Goblet of Fire dan kemudian muncul kembali dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince serta kemungkinan besar akan muncul dalam Buku Ketujuh.
Clémence Poésy sebagai Fleur Delacour
dalam Harry Potter and the Goblet of Fire.Fleur Delacour Jenis kelamin wanita Warna rambut pirang-keperakan Warna mata biru Sekolah Beauxbatons Keturunan Quarter-Veela (setidaknya) Aliansi Order of the Phoenix (diduga); Bill Weasley Diperankan oleh Clémence Poésy Pemunculan pertama Harry Potter and
the Goblet of Fire
Fleur bersekolah di Akademi Bauxbatons di Perancis. Ia adalah penyihir yang berbakat terbukti dengan terpilihnya Fleur sebagai Wakil Beauxbatons dalam Turnamen Triwizard. Fleur digambarkan sebagai gadis yang luar biasa cantik, namun kontras dengan sikapnya yang arogan dan cenderung sarkastis. Ginny dan Hermione sering menyebutnya sebagai 'Phlegm', karena sifatnya yang dingin.
Namanya berasal dari frase bahasa Perancis fleur de la cour, yang artinya "bunga di halaman" atau , menurut J. K. Rowling, "wanita yang terhormat". Nama ini bisa juga menggambarkan tentang kecantikan Fleur.
Dalam film, Fleur diperankan oleh Clémence Poésy.
Latar Belakang
Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar dengan aksen Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Barty Crouch Jr.. Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.
Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun 1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter melihatnya berciuman dengan anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar