|
|
|
| Barty Crouch Junior Bartemius "Barty" Crouch Junior adalah tokoh fiksi di Harry Potter dan Piala Api dari seri novel Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia adalah putra dari Bartemius Crouch yang dahulu adalah seorang penyihir politisi terkemuka.
Bartemius Crouch Jr (lahir 1962) adalah salah satu Pelahap Maut yang tertangkap bersama-sama dengan sekelompok lainnya yang bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap auror terkemuka Frank dan Alice Longbottom, orang tua dari Neville Longbottom. Ayahnya, Bartemius Crouch Sr, Kepala Departemen Pelaksanaan Hukum Sihir pada masa itu, memvonisnya untuk penjara seumur hidup di Azkaban.
Sekitar setahun kemudian, pada tahun 1982, Crouch Sr menyelamatkan anaknya dan menggantikannya dengan isterinya yang sekarat. Ketika Mr dan Mrs Crouch Sr tiba di Azkaban, Mrs Crouch menggunakan Ramuan Polyjuice untuk berganti rupa dengan putranya. Crouch Jr berhasil keluar dari penjara Azkaban sementara ibunya dalam rupa dirinya tetap tinggal di penjara hingga kematiannya. Crouch Sr mempergunakan Kutukan Imperius untuk mengontrol putranya dan untuk menghindarkannya dari pergi mencari Voldemort. Ia disembunyikan dengan menggunakan Jubah Gaib. Crouch Jr yang lemah sekali akibat pengaruh penjara Azkaban, dirawat oleh peri-rumahnya, Winky. Ketika seorang pejabat Kementerian Sihir Bertha Jorkins menemukan kenyataan ini, berita ini kemudian diketahui oleh Lord Voldemort, yang kemudian menyelamatkan Crouch dan malah ayahnya kemudian dikontrol balik oleh Voldemort dengan menggunakna kutukan Imperius. Mengetahui bahwa Mad-Eye Moody akan mengajar di Hogwarts, Crouch Jr kemudian menculik Moody dan dengan mempergunakan ramuan Polyjuice untuk menyamar sebagai dirinya. Moody palsu ini kemudian muncul dan mengajar sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts. Crouch belakangan membunuh ayahnya.
Dalam Turnamen Triwizard yang diadakan kembali dengan Hogwarts sebagai tuan rumahnya, Voldemort menugaskan Crouch untuk memastikan bahwa Harry memenangkannya agar menyentuh Piala Triwizard yang sudah diubah menjadi Portkey. Ketika Harry dan Cedric Diggory menyentuh Piala itu bersama-sama, Piala itu memindahkan mereka segera ke sebuah pemakaman di Little Hangleton. Cedric dibunuh dan darah Harry dipergunakan untuk sebuah ritual kuno yang mengembalikan Voldemort ke tubuh aslinya dan– sekali lagi mendapatkan kembali kekuatannya. Namun demikian, Harry berhasil melarikan diri sebelum dibunuh.
Ketika Harry kembali ke Hogwarts dengan mempergunakan portkey Piala Triwizard itu lagi, Crouch berusaha untuk membunuh Harry, tetapi digagalkan oleh Dumbledore, Snape, dan McGonagall. Dengan mempergunakan veritaserum, ramuan kebenaran, Crouch menceritakan seluruh kejadian yang sebenarnya kepada mereka. Walaupun ia dijaga dengan ketat supaya dapat diinterogasi oleh Kementerian, jiwanya kemudian dihirup oleh Dementor sebelum ia diadili. Secara fisik, tubuhnya tetap hidup, tapi tanpa memiliki memori maupun jiwa. Tidak diceritakan apa yang terjadi kemudian kepadanya, namun dengan kematiannya, keturunan berdarah-murni keluarga Crouch berakhir sudah.
Armando Dippet Armando Dippet adalah tokoh fiksi penyihir dan salah satu Kepala Sekolah Hogwarts lama di seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia menjabat sebagai Kepala Sekolah sebelum Albus Dumbledore.
Dippet pertama kali muncul dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia, sebagai Kepala Sekolah Hogwarts pada waktu Tom Marvolo Riddle, ketika masih menjadi murid di sana, membuka Kamar Rahasia. Pembukaan Kamar Rahasia ini menyebabkan murid lainnya, Myrtle, tewas pada masa kepemimpinan Dippet. Dippet yang tidak menyadari bahwa Riddle berada di balik serangan itu, mempercayai perkataan Riddle bahwa monster yang membunuh itu adalah peliharaan Rubeus Hagrid. Menurut Riddle, Dippet kemudian melarangnya mengungkapkan mengenai kejahatan itu dan menutupi kematian Myrtle sebagai "kecelakaan yang ganjil".
Dippet menolak untuk mengizinkan Tom untuk tetap tinggal di sekolah selama liburan musim panas. Kejadian ini dilihat Harry dalam sebuah memori di dalam buku harian Tom Riddle. Dippet berhenti menjadi Kepala Sekolah pada tahun 1956, tapi tidak diketahui apakah ia mengundurkan diri atau meninggal. Dippet memiliki lukisan potret di dinding ruangan Kepala Sekolah, sehingga ia dapat berdiskusi mengenai hal-hal dengan lukisan potret para Kepala Sekolah sebelumnya dan Kepala Sekolah saat ini yang sedang menjabat. Ia digantikan oleh Albus Dumbledore, yang saat itu mengajar kelas Transfigurasi.
Dalam Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, terungkap bahwa Tom Riddle melamar posisi sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam segera setelah ia lulus dari Hogwarts. Armando Dippet menolaknya dengan alasan bahwa Riddle masih terlalu muda, dan mengatakan bahwa ia dapat mencoba melamar lagi setelah beberapa tahun. Albus Dumbledore kemungkinan turut memengaruhi keputusan ini, karena sebetulnya Dippet menyukai Riddle.
Argus Filch Argus Filch adalah tokoh fiksi penjaga sekolah Hogwarts dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Walaupun ia bukan merupakan karakter yang jahat, ia adalah seorang yang berwatak cepat marah dan keras, sehingga ia sangat tidak populer di kalangan murid-murid. Filch adalah seorang penjaga sangat mengekang, seperti larangan berada di luar asrama pada malam hari, yang membuat ketidaknyamanan bagi para murid. Tidak ada yang seperti Filch dalam pengetahuan mengenai jalan-jalan rahasia dan pintas di puri Hogwarts. Mungkin yang dapat melebihinya hanyalah James Potter dan kawan-kawannya (para 'Perampok') dan Fred dan George Weasley. Filch adalah musuh bebuyutan Peeves si hantu jail dan mereka-mereka yang berlaku ganjil.
Filch sering memanggil kucing peliharaannya, Mrs Norris, dengan "manisku". Sementara bagi kebanyakan murid, "ambisi terbesar adalah untuk menendang kucing itu". Jika Mrs Norris mendapati seorang murid melanggar peraturan, Filch akan segera tiba beberapa saat kemudian. Mrs Norris juga diketahui sering mengikuti Hagrid ke mana-mana di sekolah, nyata-nyata atas suruhan Filch - hal yang menunjukkan hubungan yang luar biasa antara si kucing dan pemiliknya.
Nama "Argus" berasal dari mitologi Yunani, yakni nama seorang raksasa dengan seratus mata yang melayani dewi Hera sebagai penjaga (hampir seperti tugas Filch berpatroli di gang-gang di Hogwarts). Beberapa versi mitologi ini, Argus digambarkan hanya memiliki empat mata, bukan seratus, hampir seperti Mrs Norris yang sepertinya memiliki hubungan fisik dengan Filch, seakan-akan mereka berbagi dua pasang mata. Nama belakang "Filch" adalah kata dalam bahasa Inggris yang berarti "mencuri (secara kecil-kecilan)". Nama kucingnya, "Mrs Norris" berasal dari novel karya Jane Austen Mansfield Park[1]. Dalam karya Austen, Mrs Norris adalah seorang karakter yang suka ikut campur, yang membuat hidup tokoh utamanya, Fanny Price, menjadi susah (walaupun tokoh Bibi Norris di novel Austen lebih mirip dengan Petunia Dursley ketimbang kucing Filch).
Filch diperankan oleh David Bradley dalam seri film-film Harry Potter. Dalam film keempat, ia berperan sebagai sekedar peranan penggembira, ditampilkan berlari dengan cara yang menggelikan, menari dengan Mrs Norris, dan meledakkan meriam yang mengumumkan tugas-tugas Turnamen Triwizard terlalu cepat.
Filch dan kucingnya, Mrs Norris Selama bertahun-tahun Filch telah berusaha untuk menghidupkan kembali hukuman-hukuman kuno, di antaranya, murid dapat dihukum digantung pada ibu jari mereka di ruangan bawah tanah selama berhari-hari, hukuman cambuk, dan lain-lain. Pada buku kelima, ketika Dolores Umbridge mengambil alih kepemimpinan Hogwarts, Filch hampir mendapatkan keinginannya itu melalui Dekrit Pendidikan Nomor Dua Puluh Sembilan. Filch menjuluki Umbridge sebagai "yang terbaik yang pernah ada di Hogwarts," dan menjadi satu-satunya staf Hogwarts yang berada di sisi Umbridge. Ketika Fred dan George Weasley melepaskan kembang api buatan mereka sendiri, "Kebyar Kembang Api Weasley (Weasleys' Wildfire Whiz-bangs), ke seluruh koridor sekolah, hanya Filch saja yang satu-satunya menemani Umbridge untuk berusaha menghentikan kembang api-kembang api itu.
Filch terungkap sebagai seorang Squib di Harry Potter dan Kamar Rahasia ketika Harry secara tidak sengaja mendapati Filch sedang mempelajari sihir dasar dari sebuah kursus sihir. Ketidakmampuannya melakukan sihir di tengah-tengah tugasnya di antara para murid yang mempelajari sihir tampaknya menyebabkan kegetirannya. Meski demikian, Filch dapat mempergunakan alat-alat yang memiliki kekuatan sihir (seperti Sensor Rahasia dalam Buku 6).
Hubungan antara Filch dan Madam Pince, penjaga perpustakaan, telah diisyaratkan dalam akhir buku Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran.
Filius Flitwick Filius Flitwick (lahir 17 Oktober), lebih dikenal sebagai Profesor Flitwick, adalah tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karangan J. K. Rowling. Tokoh ini memberikan nuansa humor dan pada umumnya, hanya memiliki peranan kecil dalam rangkaian kisah Harry Potter. Peranan terpenting Flitwick mungkin adalah memperkenalkan beragam mantera di dalam buku ini.
Flitwick adalah guru Mantera dan Kepala Asrama Ravenclaw di Sekolah Sihir Hogwarts. Ia digambarkan sebagai seorang yang kecil pendek dengan suara mencicit; harus berdiri di atas setumpuk buku tebal untuk dapat melihat seluruh kelas dari belakang mejanya; dan duduk di atas setumpuk bantal di kursinya pada meja guru di aula besar Hogwarts.
| Gilderoy Lockhart Gilderoy Lockhart adalah tokoh fiksi dalam seri novel Harry Potter. Ia adalah seorang selebriti dunia penyihir, menulis banyak buku yang menceritakan pertualangan-pertualangannya yang menakjubkan dalam menghadapi mahluk-mahluk jahat. Ia memiliki rambut pirang bergelombang dan khususnya gigi yang berkilauan. Ia adalah seorang narsisis, terobsesi terhadap dirinya sendiri, dan kadang-kadang menjadi pembawa suasana.
Di dalam komunitas sihir, penggemarnya terutama berada di kalangan perempuan setengah baya dan anak-anak peremupuan remaja (yang menganggap dia sangat menarik). Rumahnya tidak diketahui, juga tidak diketahui apakah ia pernah belajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Tanda-tanda jasa dan penghargaan yang didapatnya, di antaranya: Order of Merlin Kelas Ketiga, Anggota kehormatan Liga Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam; dan pemenang lima kali Penghargaan Senyum Paling Menawan dari majalah Witch Weekly.
Pada tahun ajaran 1992-1993, Lockhart diangkat sebagai guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Pada pelajaran pertamanya, ia memberikan kuis mengenai otobiografinya, Aku yang Ajaib. Ia tidak populer di antara para staf guru dan khususnya tidak disukai oleh Severus Snape, yang juga melamar jabatan itu. Hermione Granger terpesona dengan dia, sesuatu yang memuakkan bagi Ron Weasley. Harry tidak menyukai Lockhart, terutama karena Lockhart mengira bahwa Harry menerbangkan mobil ke Hogwarts untuk ketenaran.
Dalam sebuah wawancara dengan Stephen Fry dari the-leaky-cauldron.org, J. K. Rowling mengatakan bahwa nama Gilderoy diambil dari seorang petugas patroli jalan raya yang tampan dari sebuah fabel Inggris. Nama Lockhart diambil dari sebuah prasasti peringatan perang.
Dalam versi filmnya, Lockhart diperankan oleh Kenneth Branagh.
Ketika Harry dan Ron mengajak Gilderoy Lockhart untuk memasuki Kamar Rahasia, terungkap bahwa ia ternyata adalah seorang penipu, dan ternyata ia tidak pernah melakukan segala perbuatan hebat yang ditulis di buku-bukunya. Tulisan di buku-bukunya ternyata adalah pengalaman penyihir lain yang diwawancaranya, dan ia dengan sengaja memanterai penyihir lain itu dengan mantera Obliviate untuk menghapus memori itu dari pikiran mereka. Mantera Obliviate ini adalah mantera yang paling dikuasainya. Ia mencoba untuk memanterai juga memori Harry dan Ron untuk menyembunyikan penipuannya. Namun, ketika melakukannya dengan tongkat Ron yang rusak, mantera itu malah berbalik ke dirinya sendiri. Akibatnya, Gilderoy kehilangan memorinya dan dirawat di Rumah Sakit St Mungo. Pada Natal 1995, Harry, Ron, dan Hermione tanpa sengaja bertemu dengan Lockhart di rumah sakit itu, di mana hasil perawatannya hanya memperlihatkan perbaikan yang sangat lambat. Dikatakan bahwa Lockhart sudah lebih baik karena sekarang sudah dapat menulis huruf sambung. Lockhart masih menerima surat penggemar, walaupun ia tidak ingat lagi mengapa, dan ia masih senang menandatangani surat-surat.
Masa lalu LockhartTidak ada yang diketahui mengenai masa lalu Lockhart. Mengingat ketidakjujurannya, apa pun yang dikatakannya patut dicurigai. Lockhart mengklaim bahwa ia dahulu bukan siapa-siapa, dan rupanya, bukan orang yang mendapatkan perhatian ketika mudanya. Patut diperhatikan bahwa Penyembuh yang merawat Lockhart di St Mungo mengatakan bahwa tidak ada yang mengunjungi Lockhart.
KarakterLockhart adalah seorang narsis, pecinta diri sendiri. Ia mendekorasi kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dan kantor pribadinya dengan potret-potret dirinya yang sedang tersenyum. Ia juga merupakan seorang pengecut dan kemungkinan tidak terlalu pintar - ia tidak mahir dalam melakukan sihir pertahanan, tetapi mengklaim bahwa ia ahli dalam melakukan Mantera Memori. Ketidakmampuan Lockhart juga tampak ketika sedang mengajar mengenai beberapa ekor pixie di kelas. Ketika pixie-pixie itu lepas dan merusak, Lockhart tidak mampu mengendalikan mereka, dan kabur cepat-cepat, meninggalkan Harry, Ron, dan Hermione menangani mereka.
Remus Lupin Remus John Lupin (lahir 10 Maret 1959), nama panggilannya Moony, adalah karakter fiksi dari seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Dia tampil pertama kali dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Di film karakter ini diperankan oleh David Thewlis.
Ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Lupin adalah penyihir yang jauh lebih hebat daripada yang diperlihatkannya. Di jilid ketiga, ia membuat api di tangannya yang kosong, ini menunjukkan kemampuannya menciptakan sihir tanpa tongkat. Di jilid kelima, dia adalah satu-satunya petarung, selain Dumbledore, yang tidak terluka, terbunuh, maupun pingsan dalam pertempuran di Departemen Misteri.
BiografiLupin digigit oleh manusia serigala jahat, Fenrir Greyback, ketika masih kecil dan untuk seterusnya menjadi manusia serigala. Orangtuanya mencoba segala cara untuk mencari obatnya. Ketika keluarganya mengira bahwa ia tidak dapat masuk sekolah, Dumbledore yang sudah menjabat Kepala Sekolah Hogwarts kala itu memberinya izin untuk masuk Hogwarts. Sebuah rumah dibangun di Hogsmeade dengan sebuah jalan masuk rahasia di bawah Dedalu Perkasa. Lupin diselundupkan ke dalam rumah ini untuk bertransformasi setiap bulan, untuk menjamin keselamatan dirinya dan orang lain. Transformasi dari manusia menjadi manusia serigala amatlah menyakitkan, dan ketika terisolasi dari manusia, atau ketika ditemani dengan hewan lain, manusia serigala akan menyakiti dirinya sendiri dengan gigi dan cakarnya disebabkan oleh rasa frustasinya karena tidak bisa menyerang makhluk lain. Penduduk desa mengira jeritan Lupin adalah suara hantu. Oleh sebab itu gubuk tersebut diberi nama "Shrieking Shack" (gubuk menjerit) dan dikenal sebagai tempat paling berhantu di Inggris. Meskipun tempat ini sama sekali tidak berhantu, Dumbledore menyebarkan rumor ini supaya penduduk desa tidak menyelidiki tempat ini.
Lupin berusaha menyembunyikan keadaan dirinya, tapi kawan-kawan terdekatnya, (James Potter, Sirius Black, dan Peter Pettigrew) mengetahui rahasia ini di tahun kedua mereka. Di kelas lima mereka mempelajari bagaimana menjadi Animagus untuk menemani Lupin selama masa transformasi. Manusia serigala hanya berbahaya terhadap manusia. Dia diberi nama panggilan "Moony" oleh kawan-kawannya karena kondisi dirinya yang bertransformasi setiap bulan purnama. Di kelas enam, Sirius membuat lelucon (yang berbahaya) terhadap Snape (Sirius, James, dan Peter membencinya, sementara Lupin tidak punya alasan untuk membencinya sampai di buku ke-6). Sirius memberitahu pada Snape kemana Lupin pergi setiap bulan, tahu bahwa Snape akan terbunuh bila ia mendekati Lupin ketika ia bertransformasi. Snape, yang berharap mereka akan memperoleh kesulitan, mengikuti petunjuk Sirius. James menghentikan Snape di tengah jalan untuk menyelamatkan dirinya, tapi Snape telah melihat Lupin bertransformasi, dan berjanji pada Dumbledore untuk merahasiakannya. Snape tidak pernah memaafkan Sirius (juga James dan Lupin) untuk lelucon itu dan yakin bahwa motif James menyelamatkannya adalah untuk kepentingan pribadinya, yaitu supaya tidak dikeluarkan dari Hogwarts. Dan meskipun Lupin tidak mengetahui sedikitpun tentang lelucon ini, Snape tetap membenci dan menyalahkan dirinya juga.
Lupin adalah seorang Prefek, biarpun ia kesulitan mendisiplinkan teman-temannya. Dalam sebuah wawancara, Rowling menghubungkan hal ini dengan keingingan Lupin untuk disukai, "karena ia telah begitu sering tidak disukai". Kesalahan utama Lupin adalah dia senang disukai. Sirius mengatakan bahwa Lupin adalah "anak baik" di Orde Phoenix, dan Rowling mengatakan bahwa dia adalah orang yang "dewasa". Sirius mengatakan bahwa Lupin tidak pernah andil dalam kenakalan mereka (terutama pada Snape), tapi Lupin menyesali dirinya karena tidak pernah menyuruh James dan Sirius untuk berhenti. Lupin juga salah satu pembuat Peta Perampok, yang akhirnya jatuh ke tangan Harry. Lupin adalah salah satu anggota awal Orde Phoenix.
Rowling pernah mengatakan bahwa Lupin adalah jenis guru yang ia inginkan. Baik hati dan mampu menampilkan yang terbaik dari setiap orang (misalnya meningkatkan kepercayaan diri Neville dengan cara mengajarinya untuk menghadapi boggart). Fakta bahwa dirinya adalah manusia serigala dan membutuhkan ramuan untuk mencegahnya menyakiti orang lain selama hidupnya membuat Lupin adalah simbol dari konsekuensi kecurigaan dan pengucilan, dan juga reaksi negatif masyarakat terhadap penyakit dan kecacatan.
Peran Lupin di Prisoner of AzkabanProfessor Lupin pertama kali muncul dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, dimana ia mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Sekolah Sihir Hogwarts. Dengan ramuan Wolfsbane yang disediakan secara rutin oleh Snape ketika ia berada di Hogwarts, mampu membuat Lupin tetap memiliki pikiran manusianya selama transformasi. Lupin mengajari Harry Mantra Patronus, satu-satunya cara untuk mempertahankan diri dari serangan dementor. Murid-murid, kecuali anak-anak Slytherin, sangat menyukai cara mengajarnya. Dia dianggap guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam terbaik menurut Harry dan kawan-kawannya, meskipun bila dilihat dari pesaingnya sesama guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam hal ini wajar sekali. Quirrell adalah pengikut Voldermort, Lockhart adalah penipu, Mad-Eye Moody, ternyata adalah Barty Crouch Jr., abdi setia Voldermort, Dolores Umbridge adalah kaki tangan kementerian, dan Snape adalah guru yang paling mengintimidasi di Hogwarts. Di akhir tahun ajaran, secara ‘tidak sengaja’ Snape mengatakan bahwa dia adalah manusia serigala. Hal ini yang menyebabkan Lupin mengundurkan diri sebagai guru, karena dia tidak ingin Dumbledore mendapat kesulitan dari para orang tua yang tidak ingin anak-anak mereka diajar oleh manusia serigala.Dan sekaligus membuat Harry tambah membenci Snape.
Peran Lupin di Order of the Phoenix dan Half-Blood PrinceLupin kembali muncul sebagai anggota Orde Phoenix di Harry Potter and the Order of the Phoenix dan Harry Potter and the Half-Blood Prince, tapi perannya lebih kecil daripada di Prisoner of Azkaban.
Di Prisoner of Azkaban, ia digambarkan memiliki rambut coklat muda yang mulai berwarna kelabu. Di Order of the Phoenix, ia berwajah pucat dengan garis-garis yang seharusnya belum muncul. Pakaiannya kumal dan bertambal-tambal. Sangat sedikit di dunia sihir yang mau mempekerjakan manusia serigala dan nyaris semua mencurigainya. Dengan tambahan adanya undang-undang baru anti-manusia serigala dari Kementerian Sihir, menemukan pekerjaan adalah hal yang nyaris mustahil dan ilegal. Dengan ramuan Wolfsbane yang disediakan secara rutin oleh Snape ketika ia berada di Hogwarts, mampu membuat Lupin tetap memiliki pikiran manusia-nya selama transformasi.
Di awal buku kelima, Lupin adalah anggota Orde yang ikut menjemput Harry dari kediaman Keluarga Dursley. Disebutkan bahwa Lupin tinggal di Grimmauld Place, markas besar Orde Phoenix dengan Sirius Black, tapi tidak tinggal terus di sana, karena sering pergi untuk tugas Orde. Di bagian akhir, dia turut andil dalam pertempuran di Departemen Misteri.
Di Half-Blood Prince, Lupin menjadi mata-mata dalam kumpulan manusia serigala yang dipinpin oleh manusia serigala yang dulu menggigitnya, Greyback. Greyback adalah pengikut Voldermort. Lupin mengakui pada Harry bahwa motif manusia serigala bergabung dengan Voldermort karena mereka ditawari kebebasan. Sesuatu yang tidak mungkin mereka dapatkan saat ini. Di akhir buku terungkap bahwa Tonks mencintai Lupin. Dia menolaknya karena resikonya sebagai manusia serigala, dan mengatkan bahwa ia terlalu tua, terlalu miskin, dan terlalu berbahaya bagi Tonks. Meski demikian, mereka berdua terlihat bergandengan tangan di pemakaman Dumbledore.
Dalam seri terakhir buku Harry Potter yang berjudul Harry Potter and The Deathly Hallows ( Harry Potter dan Relikui Kematian ), dirinya kemudian menikah dengan puteri tunggal Ted Tonks dan Andromeda Tonks ( Terlahir Black ), yakni Auror Nymphadora Tonks. Remus Lupin dan Nymphadora Tonks memiliki putera bernama Teddy Lupin .
Namun, ia dan isterinya tewas pada Pertempuran di Hogwarts melawan Pelahap Maut dan keduanya juga memilih Harry Potter sebagai ayah baptis puteranya. Teddy Lupin, yang kemudian diasuh oleh neneknya Andromeda Tonks setelah orangtuanya tewas.
Perbedaan Buku dan Film- Dalam film adaptasi Harry Potter and the Prisoner of Azkaban, Lupin dalam bentuk manusia serigalanya digambarkan lebih menyerupai manusia, meskipun di buku menyebutkan bahwa manusia serigala sangat mirip dengan serigala asli.
- Dalam film, Lupin memiliki sedikit kumis dan bekas luka, biarpun hal ini tidak disebutkan dalam buku. Dia tampak lebih ceria dibanding di buku. Dan bajunya juga tidak kumal dan bertambal, tetapi hanya tampak biasa dan sederhana.
- Dalam film tampak jelas sejak awal bahwa boggart Lupin berbentuk bulan purnama, sementara di buku hal ini baru diketahui di bagian akhir. Awalnya murid-murid mengira Lupin takut pada bola kristal, karena boggartnya berbentuk bola putih keperakan.
Etimologi NamaNama karakter adalah contoh jelas bagaimana Rowling menggunakan nama yang deskriptif untuk karakter ciptaannya. Nama depannya, "Remus", adalah nama dari salah satu orang kembar pendiri Roma, Romulus dan Remus, yang ketika bayi diasuh oleh serigala betina (bernama Lupa). Nama belakangnya, "Lupin", mengacu pada kata dalam bahasa Inggris "lupine" (artinya memiliki karakteristik atau berhubungan dengan serigala"), yang sebenarnya adalah turunan dari kata dalam bahasa Latin, "lupus" (serigala).
Minerva McGonagall Minerva McGonagall (lahir pada tanggal 4 Oktober 1925) adalah karakter fiksi dalam serial Harry Potter. Di awal cerita ia menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Hogwarts, kepala asrama Gryffindor, dan guru Transfigurasi (mata pelajaran yang dianggapnya paling kompleks dan paling sulit).
McGonagall berambut hitam (yang sudah beruban) dan selalu digelung rapi. Ia sering memakai jubah berwarna hijau zamrud dan bertampang galak. Dia memakai kacamata segi empat yang tetap membekas ketika ia berwujud animagus kucing. Dia juga menyukai motif kotak-kotak; bahkan gaun dan kaleng biskuitnya bermotif kotak-kotak, yang kemungkinan berasal dari leluhurnya Skotlandia. McGonagall adalah salah satu pengikut setia Dumbledore, yang selalu mendukungnya, dan tercatat sebagai anggota Orde Phoenix.
Peran McGonagall dalam film jatuh pada Maggie Smith.
Asal Usul NamaNama Minerva berasal dari nama Dewi Kebijaksanaan Roma (sangat cocok dengan watak McGonagall). Sedangkan nama belakangnya berasal dari seorang penyair eksentrik William Topaz McGonagall, yang sering disebut-sebut sebagai penyair terburuk dalam sejarah Inggris.
Peran Dalam CeritaPembaca diperkenalkan pada McGonagall di bab pertama Harry Potter and the Sorcerer's Stone, ketika ia bertemu Dumbledore di Privet Drive nomor 4, Little Whinging, Surrey. Dia adalah animagus pertama yang ditunjukkan dalam serial Harry Potter. Dalam bab ini diperlihatkan kepribadian McGonagall: pengasih (dia khawatir ketika Dumbledore memutuskan untuk meninggalkan Harry pada Keluarga Dursley segera setelah serangan Voldermort), tegas dan blak-blakan (dia mengkritik beberapa orang, termasuk Hagrid), serta tentu saja kapandaiannya (untuk menjadi Animagus sangat sulit, dan kadang membutuhkan waktu lama untuk menguasainya). McGonagall adalah staf Hogwarts yang mengatur upacara Topi Seleksi, dan ia mampu mendapatkan perhatian penuh dari murid-muridnya tanpa susah payah.
McGonagall sangat menyukai Quidditch. Ia ditempatkan sebagai pendamping komentator dalam pertandingan Qiudditch antar-asrama (untuk menegur komentator yang kadang memberikan komentar yang melenceng dari pertandingan) dan sebagai kepala Asrama Gryffindor, dia sangat peduli akan keberhasilan tim Gryffindor. Dalam buku pertama, ketika ia melihat Harry bisa menguasai sapu dalam pelajaran Terbang pertamanya, ia langsung merekomendasikan Harry untuk mengisi posisi Seeker, meskipun murid kelas satu sebenarnya belum diperbolehkan untuk bermain. McGonagall, meskipun sangat ketat terhadap peraturan, sering mendorong Harry untuk melakukan hal-hal yang sedikit menyimpang dari aturan sekolah. Ia sering menasehati Harry, misalnya ketika Harry berada di kelas 5, ia memperingatkan Harry bahwa Kementerian Sihir tengah mengawasi komunikasi masuk dan keluar Hogwarts. Dia juga pada waktu itu, salah satu staf Hogwarts yang jelas-jelas menunjukkan ketidaksukaannya pada Dolores Umbridge, dan tidak takut padanya. Professor McGonagall adalah anggota Orde Phoenix, dan memperingatkan Harry agar tidak memprovokasi Umbridge yang bekerja untuk Kementerian Sihir. McGonagall dan Umbridge memang tampak tidak saling menyukai, terlebih lagi ketika Umbridge senantiasa berusaha untuk menambah kekuasaannya. McGonagall sempat diserang oleh Umbridge dan kaki tangannya ketika menghalangi Umbridge yang berusaha mengusir hagrid dari Hogwarts. Dia sempat dirawat di St. Mungo dan kembali setelah pertempuran di Kementerian Sihir. Dalam beberapa kesempatan, misalnya ketika Umbridge menginspeksinya ketika mengajar, McGonagall cenderung tidak mengacuhkannya, bahkan sempat terlibat pertengkaran mulut ketika konsultasi karier Harry, dan meyakinkan Harry bahwa dia akan mendukung sepenuhnya keinginan Harry untuk menjadi Auror. Waktu Umbridge bertindak sebagai kepala sekolah, Harry yakin McGonagall mendesis kepada Peeves, si hantu jahil, ketika mencoba melepaskan kandelier, Putar ke arah sebaliknya. Dan waktu Umbridge diusir keluar dari Hogwarts, McGonagall meminjami tongkatnya, yang dipakai Peeves untuk memukuli Umbridge (dan melemparinya dengan kaus kaki penuh kapur).
Di buku ketujuh McGonagall masih mengajar transfigurasi di Hogwarts. Dan dia juga ikut bertempur di Pertempuran Hogwarts, ia menjadi salah satu pemimpin pasukan, yang memimpin sisa murid Hogwarts yang tinggal untuk ikut bertempur, staff Hogwarts, dan anggota-anggota Orde Phoenix saat melawan Voldemort. Kemungkinan dia memimpin pasukan ke Menara Gryffindor.
Sebagai mana yang di tulis di buku Kisah-Kisah Beedle Si Juru Cerita , McGonagall menjadi Kepala Sekolah dari Hogwarts setelah Pertempuran Hogwarts berakhir.
Galeri Irma Pince Madam Irma Pince adalah tokoh fiksi Kepala Perpustakaan Sekolah Sihir Hogwarts di seri Harry Potter. Di film, ia diperankan oleh Sally Mortemore di Harry Potter and the Chamber of Secrets. Di buku, ia digambarkan seperti "burung hering yang kurang makan" yang sangat posesif terhadap buku-buku yang dikelolanya dan berusaha "melindungi" buku-bukunya dari murid-murid dengan memberikan mantera-mantera aneh kepada buku-buku itu.
Ketika Harry, Ron, dan Hermione mencoba untuk mencari tahu mengenai Nicolas Flamel di Harry Potter dan Batu Bertuah, Madam Pince menjadi seorang penghambat. Namun demikian, ia mau tidak mau mengizinkan mereka memasuki Area Terlarang di perpustakaan, karena mereka mendapatkan surat izin yang ditandatangani Gilderoy Lockhart dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia. Dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Pince mengusir Harry dan Ginny dari perpustakaan sebagai hukuman karena membawa coklat.
Di buku Quidditch dari Masa ke Masa, Madam Pince disebutkan dalam kata pembuka oleh Albus Dumbledore. Ia digambarkan sangat enggan untuk membiarkan salah satu buku yang diurusnya dipublikasikan kepada Muggle, sampai-sampai Dumbledore harus "berusaha keras melepaskan cengkeraman jarinya dari punggung buku itu". Madam Pince sendiri memberikan peringatan dalam buku itu, mengancam bahwa perusakan terhadap buku itu akan menerima "akibat yang mengerikan sebisa yang dapat saya lakukan".
Madam Pince tampil beberapa kali di film kedua, tapi tidak berbicara, walaupun kemungkinan bagiannya yang berbicara sebetulnya ada tapi dipotong belakangan.
Dalam buku keenam, ketika Harry dan Hermione berada di perpustakaan, Madam Pince mengusir mereka keluar, setelah melihat buku teks Harry yang dicoret-coret. Harry berpikir bahwa mungkin Pince sebetulnya terganggu karena mendengar percakapannya dengan Hermione bahwa mungkin Pince memiliki hubungan romantis dengan penjaga Hogwarts, Argus Filch. Sangat mengherankan bahwa mungkin Harry benar dalam hal ini—Filch dan Pince terlihat bersandingan ketika menghadiri pemakaman Dumbledore pada akhir buku.
"Pince" adalah kata Perancis untuk "mencubit" (" pinch" dalam bahasa Inggris).
Poppy Pomfrey
Madam Poppy Pomfrey, lebih dikenal dengan sebutan Madam Pomfrey, adalah tokoh fiksi perawat dan penyihir penyembuh di rumah sakit Sekolah Sihir Hogwarts dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia digambarkan sebagai seorang perempuan yang keras dan kompeten, yang bekerja dalam profesinya secara serius.
Karena sering terlibat dalam hal-hal yang berbahaya, Harry dan teman-temannya seringkali berakhir terkapar di bawah perawatan Madam Pomfrey.
Madam Pomfrey tidak tampil dalam adaptasi film Harry Potter and the Philosopher's Stone, dan baru muncul dalam The Chamber of Secrets dengan diperankan oleh Gemma Jones.
Dalam buku pertama, Ron pergi ke Madam Pomfrey setelah digigit oleh Norbert, seekor bayi naga. Ron berbohong dengan mengatakan bahwa ia digigit oleh seekor anjing, karena mengatakan yang sesungguhnya akan membahayakan Hagrid (karena di bawah hukum sihir, naga adalah binatang peliharaan ilegal). Setelah Harry bertarung dengan Professor Quirrell di ruangan bawah tanah, ia tak sadarkan diri selama tiga hari di rumah sakit. Madam Pomfrey sangat enggan mengizinkan orang-orang untuk menengok Harry (khususnya Ron dan Hermione).
Madam Pomfrey menyembuhkan Harry dalam Harry Potter dan Kamar Rahasia dengan menumbuhkan kembali tulang-tulang tangannya; akibat sihir Gilderoy Lockhart yang alih-alih menyembuhkan tangan Harry yang patah; malah melenyapkan tulang-tulang itu. Sebelumnya, Hermione dirawat di rumah sakit setelah salah meminum Ramuan Polyjuice yang mengubahnya menjadi separuh kucing. Belakangan, Hermione (dan korban lainnya) dirawat kembali akibat menjadi batu karena melihat bayangan mata Basilisk.
Setelah Dolores Umbridge menyerang Minerva McGonagall yang berusaha merintangi Umbridge dalam Harry Potter dan Orde Phoenix, Madam Pomfrey mengatakan bahwa ia sebetulnya hendak mengundurkan diri untuk memprotes namun batal karena ia khawatir dengan murid-murid Hogwarts tanpa ada seorang perawat di rumah sakit.
Dalam Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran, Madam Pomfrey merawat Ron yang terkena racun dan Harry yang tulangnya retak dalam pertandingan Quidditch. Madam Pomfrey merasa panik setelah mendengar kematian Albus Dumbledore, ia menangis ketika Harry menceritakannya di rumah sakit mengenai bagaimana Severus Snape membunuh Dumbledore menggunakan Avada Kedavra.
Arti nama" Poppy" (dalam bahasa Inggris) atau "Bunga Madat" telah menjadi tanaman medis tertua yang dikenal, sebagai pereda sakit dan obat tidur selama beribu tahun. Morfin yang dibuat darinya adalah obat penahan sakit yang paling banyak digunakan di dunia. Namun demikian, keduanya juga dikenal meluas sebagai candu dan disalahgunakan sebagai narkotik.
Professor Quirrell Profesor Quirrell adalah tokoh fiksi dalam Harry Potter dan Batu Bertuah, novel pertama dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Quirrell adalah guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Sekolah Sihir Hogwarts selama tahun pertama Harry di sekolah itu.
Profesor Quirrell diperankan oleh aktor Inggris Ian Hart dalam film yang diadaptasi dari novel ini.
Latar belakangHanya ada sedikit informasi mengenai kehidupan Quirrell sebelum ia bekerja di Hogwarts. Hagrid mengatakan bahwa Quirrell memiliki "otak brilian", dan guru yang baik "waktu masin belajar dari buku"; tapi kira-kira setahun sebelum Harry sekolah di Hogwarts, "kemudian dia cuti setahun mau alami sendiri". Ada rumor mengatakan bahwa ia bertemu dengan vampir di Black Forest dan "sempat ribut dengan nenek sihir jahat". Sejak itu dia "berubah". Ia terus menerus ketakutan, dan bicaranya menjadi gagap. Hagrid mengatakan, sebelum sekolah dimulai (pada tahun 1991) bahwa ia "takut pada muridnya, takut pada mata pelajaran yang diajarkannya".
Lamanya Quirrell mengajar di Hogwarts tidak diketahui. Beberapa murid pada tingkatan yang lebih tinggi tampak telah mengenalnya ketika Harry menyebutnya pada pesta awal tahun ajaran; Percy Weasley menjawab dengan "Oh, kau sudah kenal Quirrell, ya?" [HP1]. Hagrid secara tidak langsung mengatakan bahwa Quirrell telah mengajar di sekolah itu sebelumya. Namun demikian, diungkapkan belakangan dalam seri ini bahwa tidak ada guru yang mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang mengajar lebih dari satu tahun, setelah Tom Marvolo Riddle ditolak untuk mengajar kelas itu dua kali.
Quirrell tampaknya mengetahui latar belakang kebencian antara Snape dan keluarga Potter. Ketika Harry mengatakan bahwa Snape tampaknya membenci Harry, Quirrell menjawab bahwa "Ia bersekolah di Hogwarts bersama-sama dengan ayahmu...mereka saling membenci satu sama lain."
Peranan dalam ceritaHarry pertama kali bertemu Quirrell di Leaky Cauldron, sebuah bar tersembunyi di London, ketika sedang diantar oleh Rubeus Hagrid ke Diagon Alley untuk berbelanja kebutuhan sekolahnya. Quirrell tampak takut-takut dan sederhana. Quirrell kemudian terlihat kembali sedang berbicara dengan guru Ramuan Severus Snape pada pesta awal tahun ajaran, dan sehari-hari dalam kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Quirrell sehari-hari mempergunakan turban baru berwarna ungu yang diakuinya sebagai hadiah dari seorang pangeran Afrika, untuk bantuannya mengusir zombie.
Selama pesta Halloween, Quirrell tergesa-gesa lari ke Aula Besar untuk memperingatkan staf dan murid-murid bahwa ada troll di ruangan bawah tanah, dan segera jatuh pingsan setelahnya.
Harry, Ron Weasley, dan Hermione Granger mencurigai bahwa Severus Snape mendapatkan misi dari Lord Voldemort untuk mencuri Batu Bertuah yang disembunyikan di sebuah ruangan rahasia di Hogwarts. Ketika Harry pada akhirnya tiba di ruangan itu, ia menemukan bahwa bukan Snape yang hendak mencuri batu itu, melainkan Quirrell-lah penjahat sebenarnya.
Alur Quirrell yang sesungguhnyaDalam liburannya ke Eropa, Quirrell menemukan Voldemort yang setengah-hidup, yang bersembunyi sejak kegagalannya membunuh Harry yang masih bayi. Quirrell tertarik dengan tawaran Voldemort akan kekuatan, dan kembali ke Inggris membawa sang Pangeran Kegelapan.
Pada mulanya, Voldemort membiarkan Quirrell untuk beraksi sendirian. Pada saat bertemu Harry pertama kalinya di Leaky Cauldron, Quirrell dapat berjabat tangan dengan Harry dan tidak memakai turban, yang berarti bahwa Voldemort belum merasukinya. Voldemort pertama kali mempergunakan Quirrell dalam rencana mencuri Batu Bertuah dari lemari besi di Bank Gringotts, tempat batu itu disimpan oleh Albus Dumbledore. Tapi sebelumnya, Dumbledore telah mengirim Hagrid mengambil batu itu, yang melakukannya sambil mengantar Harry berbelanja ke Diagon Alley, setelah mereka bertemu Quirrell di Leaky Cauldron.
Sebagai hukuman atas kegagalan Quirrell mengambil batu itu dari Gringotts, Voldemort memutuskan untuk mengawasi lebih dekat abdi barunya ini. Ia merasuki tubuh Quirrell dan wajahnya muncul di belakang kepala Quirrell. Untuk menyembunyikan wajah Voldemort, Quirrell memakai turban. Quirrell kemudian membunuh seekor unicorn di Hutan Terlarang dan meminum darah unicorn itu untuk memberikan kekuatan hidup sementara bagi Voldemort.
Selama pesta Halloween, Quirrell sendiri yang memasukkan troll ke ruang bawah tanah sebagai pengalih perhatian, agar ia bebas ke koridor lantai tiga di mana Batu Bertuah disembunyikan. Severus Snape, yang sudah mencurigai Quirrell, pergi ke lantai tiga untuk menghentikannya. Quirrell gagal mengambil batu itu, tapi dalam prosesnya, Snape digigit oleh Fluffy, anjing raksasa berkepala tiga. Ketika Harry dan kawan-kawan mengetahui bahwa Snape digigit oleh anjing itu, mereka mulai mencurigai bahwa Snape hendak mencuri batu itu untuk dirinya sendiri.
Untuk mencari tahu bagaimana menghadapi Fluffy, Quirrell membuat Hagrid mabuk, dan memberinya hadiah sebuah telur naga, sesuatu yang selama ini diinginkan Hagrid. Quirrell kemudian mengirimkan sebuah surat palsu bagi Dumbledore, yang berisikan panggilan ke Kementerian Sihir di London. Quirrell mengambil kesempatan ketika Dumbledore sedang pergi untuk mencuri kembali Batu tersebut. Ia dikejar oleh Harry, Ron, dan Hermione, yang berpikir bahwa mereka sedang mengejar Snape.
Pada klimaks kisah ini, Harry dan Quirrell berusaha untuk memperoleh batu tersebut. Voldemort mengungkapkan dirinya di belakang kepala Quirrell dan berbicara langsung kepada Harry. Voldemort menyuruh Quirrell untuk menyerang Harry. Namun demikian, Harry berhasil menahan Quirrell cukup lama hingga pertolongan datang dari Dumbledore. Pada saat Dumbledore tiba, Voldemort melarikan diri dari tubuh Quirrell, kembali ke bentuk tanpa fisiknya yang semula. Kepergian Voldemort menyebabkan kematian Quirrell dan Dumbledore melontarkan komentar bahwa Voldemort tidak memiliki belas kasihan kepada pengikutnya sendiri sama seperti kepada musuh-musuhnya.
Catatan lainnya- Quirrell ditampilkan melakukan sihir tanpa melakukan tongkat sihir, melakukan mantera hanya dengan menjentikkan jarinya, dan hendak melakukan kutukan mematikan hanya dengan menggunakan tangannya. Dikatakan oleh Voldemort, Snape, dan bahkan Quirrell sendiri bahwa ia adalah seorang penyihir menengah yang terbaik.
- Quirrell menyebut nama Lord Voldemort dengan nama itu, bukan "Pangeran Kegelapan" sebagaimana biasanya Pelahap Maut.
- Quirrell memberi tahu Harry mengenai permusuhan antara ayahnya, James Potter dengan Severus Snape.
NamaNama pertama Quirrell tidak disebutkan dalam novel. Permainan kartu Harry Potter Trading Card Game menyebutkan " Quirinius" sebagai nama pertamanya. Sedangkan permainan Chocolate Frog menyebut " Slatero" sebagai nama pertamanya. Tidak ada satupun yang merupakan nama yang resmi disebutkan oleh pengarangnya.
Horace Slughorn Horace Slughorn adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Slughorn adalah guru di Sekolah Sihir Hogwarts dan dikenal pertama kali dalam buku keenam seri tersebut, Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran. Ia adalah salah satu kawan baik dan dipercayai oleh Albus Dumbledore.
Pomona Sprout Pomona Sprout (lahir 15 Mei), lebih dikenal sebagai Profesor Sprout, adalah salah satu tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Ia mengajar Herbologi dan menjadi Kepala Asrama Hufflepuff di Sekolah Sihir Hogwarts. Profesor Sprout digambarkan sebagai seorang penyihir gemuk pendek dengan rambut berwarna abu-abu, dan biasa mengenakan topi berjumbai yang bertambal-tambal dengan jubah lusuh. Pakaiannya biasa terlihat dikotori tanah dikarenakan pekerjaannya memelihara tanaman-tenaman di rumah-rumah kaca Hogwarts. Di rumah-rumah kaca ini juga ia mengajar kelas Herbologi. Sprout adalah tokoh berwatak riang dan tegas tapi adil kepada murid-muridnya, tidak memedulikan praduga akan kemurnian darah maupun asal asrama. Sepanjang seri Harry Potter, Sprout dikisahkan memiliki pengetahuan yang luas mengenai tanaman-tanaman ajaib.
Profesor Sprout diperankan oleh Miriam Margolyes, aktris Inggris Raya, dalam film Harry Potter and the Chamber of Secrets, satu-satunya film yang memunculkan karakter Profesor Sprout hingga film keenam yang telah dirilis saat ini.
Sybill Trelawney Sybill Patricia Trelawney (atau disebut Sibyll Patricia Trelawney di Amerika Serikat) adalah karakter fiksi yang muncul dalam novel serial Harry Potter karangan J.K. Rowling.
Trelawney tampil dengan dandanan nyentrik, memakai banyak gelang yang mencolok, jubah, dan syal yang dihiasi manik-manik yang berkilau. Dia juga mamakai kacamata berlensa tebal, yang menyebabkan matanya terkesan lebih besar. Trelawney senantiasa menggunakan intonasi lembut dan berkesan misterius ketika berbicara. Ruang kelasnya ada di Menara Utara Hogwarts, dimana api perapiannya selalu menyala dan ruangannya menguarkan bau parfum yang sering menyebabkan murid-muridnya pusing atau mengantuk.
Trelawney diperankan oleh Emma Thompson dalam film Harry Potter and the Prisoner of Azkaban.
Trelawney di HogwartsTrelawney adalah guru untuk pelajaran Ramalan di Sekolah Sihir Hogwarts. Harry, Ron dan Hermione (dan beberapa guru, khususnya McGonagall) yakin bahwa dia sebenarnya adalah penipu. Kredibilitasnya sebagai peramal seringkali diremehkan karena kebiasaannya meramalkan kematian salah satu muridnya setiap tahun – sesuatu yang tidak pernah terjadi (kecuali kematian Cedric, tapi juga tidak pernah disebutkan bahwa Cedric pernah mengambil mata pelajaran Ramalan).
Ketika Harry kelas tiga (pertama kalinya ia mengambil mata pelajaran Ramalan), segera saja dia menjadi obyek favorit Trelawney. Dalam setiap kelasnya, Trelawney selalu meramalkan kejadian buruk yang akan menimpa Harry, diikuti dengan kematian yang tragis (kecuali dalam satu kesempatan setelah Harry melakukan wawancara dengan Rita Skeeter dan dimuat dalam The Quibbler, Trelawney meramalkan bahwa Harry akan berumur panjang, punya 12 anak dan menjadi Menteri Sihir). Kebiasaan ini membuat Harry dan Ron sebal, bahkan Hermione akhirnya men-drop pelajaran ini di pertengahan semester. Harry dan Ron tetap menganmbil pelajaran ini sampai mereka kelas lima, ketika di ujian NEWT mereka tidak lulus, tapi tak satupun dari mereka yang menyesalinya.
Pada tahun 1996 (tahun kelima Harry), ia dikenai masa percobaan oleh Dolores Umbridge, Inkuisitor Agung Hogwarts. Hal ini menyebabkan Trelawney mengalami shock. Ia sering terlihat keluyuran di dalam kastil dengan botol sherry di tangannya dan bergumam tentang kekejaman Umbridge. Keadaan memburuk ketika Umbrigde mengusirnya keluar dari sekolah. Untunglah Dumbledore turun tangan dan meminta Trelawney untuk tetap tinggal di Hogwarts. Dumbledore mengkhawatirkan keselamatan Trelawney bila berada di luar kastil, karena Voldermort pastilah akan mencarinya sehubungan dengan ramalan yang pernah dibuat Trelawney. Untuk menggantikan Trelawney yang masih shock, Dumbledore mempekerjakan Firenze, salah satu centaurus dari Hutan Terlarang.
Setelah Umbridge tidak lagi bekerja di Hogwarts, Trelawney dapat menguasai dirinya dan mengajar kembali. Meskipun, biarpun dia sangat tidak menyukainya, dia harus berbagi dengan Firenze yang tetap mengajar Ramalan. Firenze tidak mungkin kembali ke Hutan karena dia dianggap pengkhianat oleh kaumnya ketika ia menerima tawaran bekerja dengan manusia.
Sebagai catatan, nama depan Trelawney sempat berubah. Dalam Harry Potter and the Prisoner of Azkaban sampai Harry Potter and the Order of the Phoenix, dieja dengan Sibyll. Tapi di Harry Potter and the Half Blood Prince tertulis Sybill. Meski demikian, kemungkinan ini hanya kesalahan – yang kemungkinan disengaja – oleh si pengarang. (Ini hanya muncul dalam edisi Amerika)
RamalanTrelawney berada di Hogwarts sejak tahun 1979, dan hanya membuat dua ramalan yang menjadi kenyataan. Keduanya berhubungan dengan Lord Voldemort. Ramalan yang pertama dibuat (atau secara tidak sadar dikatakannya) pada saat wawancaranya dengan Dumbledore untuk menempati posisi guru Hogwarts. Dia mengatakan pada Harry bahwa pada awalnya Dumbledore tampaknya tidak berminat, tapi pada akhirnya dia dipekerjakan. Trelawney tidak sadar bahw ia telah membuat ramalan, hanya ingat bahwa ia sempat merasa aneh, yang dikiranya karena ia belum makan. Selanjutnya Trelawney ingat bahwa pertemuannya dengan Dumbledore digerecoki oleh Snape. Ramalan yang kala itu dibuatnya berbunyi :
Yang memiliki kekuatan untuk menaklukkan Pangeran kegelapan sudah dekat…dilahirkan kepada mereka yang telah tiga kali menantangnya, dilahirkan bersamaan dengan matinya bulan ketujuh… dan Pangeran Kegelapan akan menandainya sebagai tandingannya, tetapi dia akan memiliki kekuatan yang tidak diketahui Pangeran Kegelapan… dan salah satu harus mati di tangan yang lain, karena yang satu tak bisa hidup sementara yang lain bertahan…Yang memiliki kekuatan untuk menaklukkan Pangeran kegelapan dilahirkan bersamaan dengan matinya bulan ketujuh…
Ramalan ini dipercaya mengacu pada Voldermort (sang Pangeran Kegelapan) dan Harry Potter (yang lahir pada tanggal 31 Juli). Pada saat itu, mungkin saja mengacu pada Neville Longbottom (yang lahir pada 30 Juli). Namun karena ramalan itu menyebutkan bahwa Pangeran Kegelapan sendiri yang menandainya sebagai tandingan, maka tidak salah lagi bahwa yang dimaksud dalam ramalan itu adalah Harry. Ramalan ini dibuat pada malam tanggal 31 Oktober 1981, ketika Harry secara luar biasa mampu bertahan hidup dari kutukan Avada Kedavra yang dilancarkan Voldermort. Dumbledore mengatakan pada Harry bahwa kekuatan yang tidak diketahui Pangeran Kegelapan itu adalah cinta, dan dia juga meyakini arti dari kalimat terakhir, bahwa Harry dan Voldemort harus saling membunuh.
Interpretasi ramalan ini sempat dipertanyakan. Kalimat ...dan salah satu harus mati di tangan yang lain, karena yang satu tak bisa hidup sementara yang lain bertahan… dalam bahasa Inggris tertulis …either must die at the hand of the other... . 'Either' disini diperkirakan mengacu pada dua orang (Harry dan Neville), sementara 'the other' mengacu pada pihak ketiga (Voldermort). Tapi J.K Rowling membantah spekulasi ini, dan dengan jelas mengatakan bahwa ramalan ini bukan tentang Neville. Sebagian ramalan ini dicuri-dengar oleh Severus Snape, dan ramalan yang utuh tersimpan dalam Ruang Ramalan di Kementerian Sihir. Namun ramalan yang tersimpan di Kementerian Sihir ini hancur ketika terjadi pertempuran di akhir buku Order of the Phoenix. Tidak dijelaskan seberapa banyak ramalan yang didengar Snape, atau yang disampaikan kepada Voldermort. Dumbledore mengatakan pada Harry di buku ke-6, bahwa hanya dia dan Harry yang mengetahui versi lengkap dari ramalan itu. Dan atas izin Dumbledore, Harry menceritakan ramalan ini pada Ron dan Hermione.
Ramalan yang kedua berbunyi :
Akan terjadi malam ini, Pangeran Kegelapan terbaring sendirian tanpa teman, ditinggalkan oleh pengikut-pengikutnya. Abdinya telah dirantai selama dua belas tahun ini. Malam ini, sebelum tengah malam, si abdi akan bebas dan bergabung lagi dengan tuannya. Pangeran Kegelapan akan bangkit berjaya kembali dengan bantuan abdinya, lebih berkuasa dan lebih mengerikan daripada sebelumnya. Malam ini… sebelum tengah malam… si abdi akan bebas… untuk bergabung lagi dengan… tuannya…
Ramalan ini terpenuhi ketika identitas Peter Pettigrew yang sebenarnya teruangkap dan ia bisa melarikan diri untuk bergabung dengan Voldemort serta membantunya untuk bangkit kembali dalam Harry Potter and the Goblet of Fire.
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince tampaknya ada indikasi bahwa Penglihatan yang diterima Trelawney kerap disepelekan. Dia mengeluh bahwa Dumbledore tidak mengindahkan peringatan-peringatannya. Dalam pertemuan singkatnya dengan Harry, dia menarik sehelai kartu dan berbisik …menara tersambar petir…Malapetaka. Bencana besar. Makin lama makin dekat… Tampaknya Trelawney secara akurat mendeskripsikan kematian Dumbledore di menara Astronomi, yang dalam buku tercantum dalam bab yang berjudul Menara Tersambar Petir.
Penggambaran dan Asal Usul KarakterRowling sering menegaskan bahwa dia tidak percaya sihir, dan tidak bermaksud mendorong pembacanya untuk percaya pada sihir. Dia menggambarkan Trelawney semacam penipu yang tidak memperoleh hasil apa-apa. Dan Dumbledore menekankan pada Harry bahwa takdirnya tidak ditentukan oleh ramalan. Ramalan tentang Harry dan Voldermort benar-benar terjadi karena respon Voldermort sendiri. Dia membunuh orangtua Harry yang mendorong Harry untuk melakukan konfrontasi seperti apa yang disebutkan dalam ramalan. Dan Harry tetap akan menghadapinya, meskipun ramalan itu tidak pernah dibuat.
Nama Sybill mengacu pada Sibyls dari tradisi Yunani-Romawi klasik, yaitu pendeta (oracle) yang membuat prediksi tentang masa depan yang sering tidak bisa dipahami sampai akhirnya benar-benar terjadi. Nama "Trelawney" kemungkina berasal dari lagu kebangsaan tidak resmi dari orang-orang Cornish di West Country dimana Rowling dibesarkan. Lagu ini dinyanyikan ketika terjadi protes dari sepuluh ribu orang Cornish untuk membebaskan seorang pastor lokal dari menara London. Cuplikan dari lagu itu :
"And shall Trelawney live? And shall Trelawney die? Here's twenty thousand Cornishmen will ask the reason why!"
Sebagai alternatif, kemungkinan nama Trelawney mengacu pada "Dr. Trelawney", karakter dalam novel serial karangan Anthony Powell, A Dance to the Music of Time. Karakter ini bersifat mistis dan seringkali mendapat penglihatan. |
|
Dolores Umbridge Dolores Jane Umbridge adalah karakter fiksi dalam novel Harry Potter karangan J.K. Rowling.
Umbridge tampak seperti kodok besar pucat. Tubuhnya agak gemuk pendek dengan wajah lebar menggelambir dan mulut lebar kendur. Matanya besar, bundar, dan agak menonjol. Suaranya nyaring dan kekanak-kanakan. Dia sering memakai pita besar hitam di rambutnya yang mengingatkan Harry pada lalat yang akan ditangkapnya dengan lidah panjang lengket.
Nama Dolores berasal dari kata Latin ‘dolor’ yang berarti kepahitan/kepedihan/kesakitan/kesedihan, jadi namanya bisa berarti melambangkan kepahitan yang dibawanya ke Hogwarts. Nama ‘Umbridge’ dilafalkan sama dengan kata ‘umbrage’ dalam bahasa Inggris yang artinya perasaan tersinggung atau perasaan kecewa karena kurang dihormati.
Dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix, Imelda Staunton akan memerankan Umbridge.
Umbridge pertama kali muncul dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix, sebagai Asisten Senior Menteri Sihir. Dia adalah salah satu orang yang menginterogasi Harry dalam Sidang Wizengamot, dimana Harry dituduh melanggar Dekrit Pembatasan Masuk Akal bagi Penyihir di Bawah-Umur dan Undang-Undang Kerahasiaan Sihir Internasional. Di akhir cerita terungkap bahwa ternyata Umbridge sendiri yang menyuruh Dementor untuk menyerang Harry.
Umbridge ditempatkan di Hogwarts sebagai guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang baru atas perintah dari Kementerian Sihir. Dia kemudian ditunjuk sebagai "Inkuisitor Agung Hogwarts", yang memberikan Umbridge kekuasaan tak terbatas terhadap murid, guru-guru dam kurikulum. Umbridge juga membentuk Regu Inkuisitor, yang terdiri dari anak-anak Slytherin yang dengan gembira menerima tugas ini untuk bertindak semena-mena dan menjatuhkan detensi pada murid-murid lain yang tidak mereka sukai, terutama Harry.
Masa-masa Umbridge di Hogwarts diwarnai dengan kekerasan dan hukuman fisik terhadap murid-murid, terutama Harry yang diberi hukuman menulis kalimat dengan pena khusus, yang secara sihir menyebabkan kata-kata yang ditulis itu tertulis di tangan si penulis, sampai meninggalkan bekas (yang bahkan masih berbekas di tangan Harry sampai tahun berikutnya). Lee Jordan juga dikenai hukuman serupa, biarpun tidak sebanyak Harry. Umbridge juga mengijinkan pemberian hukuman cambuk bagi Fred dan George Weasley (sebelum mereka kabur dari Hogwarts), dan berencana untuk menggunakan Kutukan Cruciatus untuk mengorek informasi dari Harry.
Setelah Dumbledore meninggalkan Hogwarts, Umbridge diangkat sebagai Kepala Sekolah, tetapi Kantor Kepala Sekolah menolak untuk membuka pintu baginya (dan membuatnya kesal). Masa-masa Umbridge menjabat sebagai Kepala Sekolah diwarnai dengan berbagai pemberontakan yang dilakukan para murid, bahkan para guru. Terlebih dengan perginya si kembar Weasley, banyak murid yang mengincar posisi sebagai biang keonaran.
Umbridge memiliki kecurigaan tidak berdasar pada makhluk-makhluk non-manusia dan separuh-manusia dan membuat undang-undang anti-manusia serigala yang menyebabkan orang-orang seperti Remus Lupin kesulitan mencari pekerjaan.
Prasangka Umbridge benar-benar terjadi ketika dia bertemu dengan sekawanan Cantaurus di Hutan Terlarang. Entah bagaimana jadinya bila Dumbledore tidak masuk ke dalam hutan dan menyelamatkannya. Dumbledore kembali menjadi Kepala Sekolah dan Umbridge dipaksa untuk mengundurkan diri setelah insiden di Kementerian Sihir.
Umbridge dirawat di rumah sakit Hogwarts setelah diselamatkan Dumbledore. Selama beberapa hari ia tidak menunjukkan reaksi kecuali bila (seperti yang diperagakan Ron) ada yang membuat suara "klik-klok-klik-klok" dengan lidahnya. Umbridge pergi dari Hogwarts sehari sebelum akhir tahun ajaran. Dia menyelinap meninggalkan rumah sakit di malam hari, berharap bisa pergi tanpa diketahui yang lain. Celakanya, ia bertemu Peeves di tengah jalan, yang segera mengunkan kesempatan terakhirnya untuk melaksanakan instruksi Fred (untuk membuat Umbridge sengsara). Peeves mengejar Umbridge dengan gembira dari halaman Hogwarts, memukulinya berganti-ganti dengan tongkat McGonagall dan kaos kaki penuh kapur.
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, Umbridge masih bekerja di Kementerian Sihir di bawah menteri yang baru, Rufus Scrimgeour, tapi tidak dijelaskan ia menempati posisi sebagai apa. |
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar